Penyaluran Kredit FIF Jateng Capai Rp1,4 Triliun

Kepala wilayah FIFGroup Jateng I, Wibowo Pramonto mengatakan jika angka penyaluran angka kredit yang didapatkan pada tahun ini, disumbangkan empat pos yang dimiliki FIF Group, yakni kredit pembiayaan motor baru, finance, pembiayaan elektronik dan pembiayaan haji dan umrah.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  11:42 WIB
Penyaluran Kredit FIF Jateng Capai Rp1,4 Triliun
Karyawan FIF tengah melayani nasabah - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG – Penyaluran kredit FIF Group di wilayah Jateng I pada tahun ini telah menembus angka Rp1,4 triliun. Dari angka penyaluran kredit ini, masih didominasi produk pembiayaan kendaraan baru sebesar 65 persen dari nominal penyaluran kredit yang disalurkan.

Kepala wilayah FIFGroup Jateng I, Wibowo Pramonto mengatakan jika angka penyaluran angka kredit yang didapatkan pada tahun ini, disumbangkan empat pos yang dimiliki FIF Group, yakni kredit pembiayaan motor baru, finance, pembiayaan elektronik dan pembiayaan haji dan umrah.

“Kontribusi terbesar masih pada pembiayaan motor baru, yakni sebesar 65 persen, disusul finance sebesar 19 persen, haji umrah 9 persen dan sisanya pembiayaan elektronik melalui Spektra,” katanya Minggu (20/10/2019).

Wibowo menerangkan, bisnis pembiayaan pada tahun ini mengalami pertumbuhan yang pesat. Khusus untuk wilayah Jateng, menurutnya tumbuh sekitar 23 persen. Dari empat produk yang dimiliki FIFGroup, pertumbuhan pembiayaan haji dan umrah mengalami peningkatan yang cukup pesat dibandingkan tahun lalu.

“Pembiayaan umrah dan haji dari Januari sampai September lalu naik sekitar 200 persen, dibandingkan tahun lalu, dari segi bisnis ini sangat bagus apalagi potensinya sangat besar,” jelasnya.

FIF Group sendiri bekerjasama dengan bank syariah untuk pembiayaan umrah dan haji, selain itu selektif dalam memilih biro umrah dan haji terpercaya. Menurutnya, pasar pembiayaan haji dan umrah ini akan terus digenjot karena memiliki pasar yang sangat besar.

“Pasarnya sangat besar, namun pasar tersebut baru kita grap 4 sampai 5 persen saja. Tentu akan kami maksimalkan,” paparnya.

Untuk target pada 2020, Wibowo mengaku jika pihaknya menaikkan target sebesar 15 persen dari segi nominal menyentuh angka Rp1,7 triliun. Sementara pada tahun 2019 ini, non performing loan (NPL) atau kredit macet di FIF Group sangat rendah, yakni sebesar 2,05 persen.

“Dari segi NPL masih aman, daya beli, karakter masyarakat yang baik, perekonomian yang baik, serta pembangunan infrastruktur menjadi daya dongkrak cerahnya bisnis pembiayaan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fif, fif group

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top