Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Pentas Seni pada Malam Tahun Baru di Pantai Parangkusumo

Dinas Pariwisata Bantul dan CV Mita Mandiri akan menyelenggarakan pentas seni di kawasan pantai Parangkusumo untuk menghibur wisatawan yang berlibur pada malam pergantian Tahun Baru 2020 mendatang. Akan ada sejumlah tarian tradisional dan artis lokal yang akan menghibur semalaman.
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI
Ilustrasi pesta kembang api pada perayaan tahun baru/JIBI

Bisnis.com, BANTUL - Dinas Pariwisata Bantul dan CV Mita Mandiri akan menyelenggarakan pentas seni di kawasan pantai Parangkusumo untuk menghibur wisatawan yang berlibur pada malam pergantian Tahun Baru 2020 mendatang. Akan ada sejumlah tarian tradisional dan artis lokal yang akan menghibur semalaman.

"Pentas seni ini diharapkan dapat menjadi sajian hiburan alternatif di malam tahun baru," kata Kepala Bidang Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Bantul, Agus Yuli Herwanta, Senin (23/12/2019).

Pentas seni bertajuk semarak 2020 Bantul ini akan menghadirkan sejumlah grup musik di antaranya grup musik dangdut Om Wawes, Esok Lusa, akustik Guyub Rukun. Selain itu ada band pembuka dari After Lunch, RDBD Band dan Haily. Agus mengatakan beberapa tarian tradisional juga akan ditampilkan dari Desa Parangtritis.

Agus mengatakan lokasi Parangkusumo menjadi tempat pentas seni dan pesta lembang api malam tahun baru karena lokasinya yang strategis. Ia berharap lokasi tersebut dapat memecah keramaian di pantai Parangtritis.

Ia memprediksi ada ribuan wisatawan yang masuk kawasan Parangtritis, sehingga untuk kenyamanan wisatawan, Dinas Pariwisata dan sejumlah pihak akan melakukan rekayasan lalu lintas.

Kasi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Bantul, Joko Wintolo mengatakan untuk kendaraan wisatawan yang masuk Parangtritis akan diarahkan untuk melalui Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis di Jalan Parangtritis sehingga arus lalu lintas satu arah. Sementara pintu keluar di arahkan melalui Pantai Depok.

Jika terjadi antrean sampai jembatan kretek, maka kendaraan akan diloloskan atau tana dipungut retribusinya untuk menghindari adanya penumpukan krndaraan di atas jembatan, "Kita perioritaskan keselamatan jiwa," kata Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Ujang Hasanudin
Editor : Sutarno
Sumber : Harianjogja.com
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper