Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Fesyen Menyesuaikan Diri dengan Pandemi

Masker-masker yang dirancang oleh desainer-desainer banyak memiliki peluang usaha di tengah pandemi.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 24 September 2020  |  20:23 WIB
Fashion show di BBPLK Semarang. - Bisnis/Alif
Fashion show di BBPLK Semarang. - Bisnis/Alif

Bisnis.com, SEMARANG - Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, geliat industri fesyen di tanah air terus berkembang.

"Industri fesyen di tengah pandemi ini tetap terus maju, malah banyak kreasi para desainer-desainer kita yang menyesuaikan," ungkap Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Edi Susanto, Kamis (24/9/2020).

Edi mencontohkan masker-masker yang dirancang oleh desainer-desainer banyak memiliki peluang usaha di tengah pandemi.

Menurut Edi, BBPLK di Semarang menjadi tempat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk berlatih di bidang fesyen.

Dia juga berpendapat fesyen tidak akan berhenti sampai kapanpun dan akan terus dibutuhkan masyarakat, secara dinamis berubah.

"Hanya kita mencoba menyesuaikan kurikulum berikut standar kompetensinya, termasuk peralatannya yang terus kita sesuaikan dengan dunia industri," jelasnya.

Selain itu, Edi juga menilai para alumni dari BBPLK tidak ada yang menganggur. Bahkan menurut datanya 92 persen alumni tidak ada yang menganggur.

Sedangkan yang 8 persen mereka tidak bisa dipastikan menganggur, melainkan putus komunikasi.

"Desainer kita seperti Mas Eko Mas Nakro mereka baru lulus tahun 2019 tapi produk mereka sudah diterima di pasar luar negeri," ujar Edi memuji anak didiknya.

Adapun tantangan fesyen sendiri menurutnya adalah menyesuaikan tantangan zaman.

"Sebelum produksi kita kerja sama dengan industri supaya kita tahu arahnya ke mana, nah itu yang kita latih supaya kita berkembang. Supaya produksi sesuai yang diinginkan pasar," terangnya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng fesyen
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top