Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berawal dari Batuk, 12 Orang Positif Covid-19 di Klaster Masjid Karanganyar

Warga memutuskan masjid ditutup sementara mulai Jumat (23/4/2021).
Candra Mantovani
Candra Mantovani - Bisnis.com 26 April 2021  |  05:39 WIB
Menggunakan masker saat salat di tempat umum atau masjid sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. - Istimewa
Menggunakan masker saat salat di tempat umum atau masjid sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. - Istimewa

Bisnis.com, KARANGANYAR - Munculnya klaster penularan Covid-19 lingkungan masjid di Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, berawal dari kecurigaan karena jemaah banyak yang batuk.

Hal itu terjadi saat ibadah Salat Jumat pada 15 April 2021 yang merupakan Jumat pertama Ramadan. Warga yang curiga adanya penularan Covid-19 kemudian meminta diadakan tes swab bagi semua jemaah masjid.

Hasilnya, ada 12 orang jemaah masjid tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah itu, warga memutuskan masjid ditutup sementara mulai Jumat (23/4/2021).

Sementara itu, 12 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster masjid di Jaten, Karanganyar, menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka semua dalam kondisi baik.

Kades Jati, Haryanto, mengatakan setelah munculnya klater penularan Covid-19, ia meminta seluruh masjid di desa tersebut untuk memperketat protokol kesehatan.

“Sudah kami berikan selebaran untuk memperketat prokes. Sebisa mungkin diputus rantai persebarannya,” bebernya ketika dihubungi Solopos.com, Minggu (25/4/2021).

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar juga sudah mendapat informasi mengenai munculnya klaster masjid di Jaten.

Terkait itu, Satpol PP akan semakin memperkuat pengawasan kepatuhan protokol kesehatan di tempat ibadah.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan saat ini fokus berpatroli mengawasi ketertiban prokes di tempat ibadah. Namun, ia menegaskan dalam hal ini fungsi Satpol PP hanya membantu Satgas Covid-19 desa dan kecamatan.

“Karena ini masih PPKM mikro kan tanggung jawab ada di pada pemerintah desa dan kecamatan. Kami hanya membantu karena tidak mungkin kami mengawasi seluruh Karanganyar,” bebernya.

Yophy menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan para pengurus masjid dan tempat ibadah lainnya untuk memperketat prokes agar tidak terjadi hal yang sama dengan masjid di Jaten.

Diberitakan sebelumnya, klaster penularan Covid-19 muncul dari lingkungan masjid di wilayah Jaten, Karanganyar. Sebanyak 12 orang terkonfimasi positif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masjid Covid-19

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top