Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilpres 2024, Heboh Puan Maharani Semprit Ganjar Pranowo

Bambang Pacul mengingatkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran Pilpres 2024.
Abu Nadhif
Abu Nadhif - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  19:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @ganjar_pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @ganjar_pranowo

Bisnis.com, SEMARANG - Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani tengah berpolemik dengan kader PDIP  yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Puan, pemimpin yang baik itu bekerja di dunia nyata, bukan dunia maya.

“Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed [sosial media],” kata Puan saat memberi arahan kepada kader partai berlambang banteng moncong putih di Panti Marhaen, Kantor DPD PDIP Jateng, Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Diketahui, saat Puan berpidato, para kader PDIP Jateng yang menjabat kepala daerah datang dalam acara itu kecuali Ganjar Pranowo tidak diundang.

Puan yang juga Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP itu menyebut seorang pemimpin tidak hanya bekerja melalui media sosial. Pemimpin yang baik harus bisa membuktikan kinerjanya di lapangan.

Puan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR mengatakan, bahwa PDIP telah berkali-kali menjadi pemenang dalam kontestasi politik, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Oleh karenanya, cucu Presiden I RI Soekarno ini pun menekankan model pemimpin yang ideal bagi PDIP.

Menurutnya, pemimpin yang ideal yang memang dilihat oleh teman-teman seperjuangan dan turut turun bersama pendukungnya di lapangan. Media sosial memang diperlukan, namun jangan hanya berhenti di sana.

“Medsos diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja! Harus nyata kerja di lapangan,” ujar Puan.

Ia menegaskan kader PDIP yang terlihat diam jangan dinilai tidak siap dalam menyambut kontestasi pemilu ke depan.

Menurutnya, kader PDIP sangat siap namun mereka mematuhi aturan partai yang mesti tegak lurus dengan perintah ketum.

“Kita diam-diam saja kaya enggak siap. Kita siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan,” tandasnya.

Tegak Lurus Partai

Untuk itu, sudah semestinya semua kader PDIP tegak lurus pada perintah yang pada waktunya nanti akan diinstruksikan oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Saya yakin bapak dan ibu ini pasti akan ikut pada arahan yang akan diputuskan pada saatnya nanti,” tegasnya.

Ketua DPD PDIP Jateng yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu), Bambang “Pacul” Wuryanto, menyebut, Ganjar Pranowo terlalu berambisi mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Ambisi itu membuat DPD PDIP Jateng berseberangan dengan Ganjar. Bahkan, sikap itu ditunjukkan DPD PDIP Jateng dengan tidak mengundang Ganjar dalam kegiatan Pembukaan Pameran Foto Esai Marhaen dan Foto Bangunan Cagar Budaya, Sabtu (22/5/2021).

Bambang menyebut, semua kepala daerah di Jateng dari PDIP diundang, kecuali gubernur. “

Tidak diundang! [Ganjar] wis kemajon [kelewatan]. Yen kowe pinter, aja keminter [kalau kamu pintar, jangan sok pintar],” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Minggu (23/5/2021) siang.

Sudah Diberi Sinyal

Menurutnya, DPD PDIP sebenarnya sudah memberikan sinyal, jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik. Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan presiden pada Pemilu 2024.

Hal itu berpotensi mengganggu keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum. Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di medsos dan media. Bahkan Ganjar sampai rela menjadi host di Youtube.

Padahal, hal serupa tak dilakukan oleh kader PDI Perjuangan lain yang juga berpotensi untuk maju sebagai capres.

Menurutnya, kader lain PDIP bukannya tak bisa melakukan hal yang sama, hanya tidak berani karena belum mendapat perintah ketua umum.

"Wis tak kode sik. Kok saya mblandang, ya tak rada atos [sudah saya beri sinyal. Kok semakin kelewatan, ya saya sedikit keras]. Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya,” tegas Bambang.

Bambang Pacul mengingatkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran Pilpres 2024.

Elektabilitas saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan medsos. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

Lebih Tinggi

Hal ini disampaikan bukan sebagai teguran bagi Ganjar yang juga kader PDI Perjuangan.

"Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita [DPD PDIP Jateng]. Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," katanya.

Saat ditanyakan apakah Ganjar sudah menyatakan terang-terangan akan mencalonkan diri pada Pilpres 2024, Bambang belum mengiyakan.

"Kalau dia menjawab, saya kan tidak mengatakan mau nyapres. Tapi, kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," tandas Bambang.

Ganjar Pranowo menyebut alasannya tidak hadir dalam acara penguatan solidaritas partai yang digelar di Kantor DPD PDIP Jateng, Kota Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Padahal, acara tersebut dihadiri sejumlah kader penting PDIP Jateng, termasuk yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah.

Acara itu juga diisi pengarahan dari Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP, Puan Maharani, serta Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP, Bambang “Pacul” Wuryanto.

Enggan Berkomentar

Ganjar mengaku dirinya tidak diundang di acara tersebut. Namun, jika diundang, sebagai kader partai berlambang banteng itu dirinya dipastikan datang dalam acara tersebut.

“Saya tidak diundang [acara PDIP Jateng],” kata Ganjar secara singkat melalui aplikasi Whatsapp (WA) kepada Solopos.com, Minggu (23/5/2021).

Ganjar enggan berkomentar soal pernyataan Bambang Pacul yang menyebut dirinya sudah berseberangan dengan PDIP terkait pencalonan capres pada Pilpres 2024.

Di saat ramai dirinya tidak diundang di rapat PDIP, ternyata Ganjar Pranowo sedang di DKI Jakarta. Ganjar pada Minggu (23/5/2021) pagi bersepeda menjajal jalur khusus road bike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang.

Ganjar tiba bersama gerombolan road bikers sekitar pukul 06.45 WIB di titik putar balik JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang di depan City Walk Sudirman, Jakarta Pusat.

Ganjar memakai sepeda road bike berwarna hitam lengkap dengan atributnya. Pria murah senyum itu datang dari Jl Dharmawangsa, Jakarta Selatan, menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ganjar mengaku berada di Jakarta sejak Sabtu (22/5/2021). Dia kemudian janjian dengan rekan-rekannya untuk menjajal jalur khusus road bike ini. Ganjar memuji jalur khusus ini.

"Wah, keren banget, sepi, bagus. Saya pikir kalau tiap pekan bisa dibuat event ini bisa mau race mau endurance semuanya bagus sekali," ujarnya.

Ganjar sempat ditanya tentang Pilpres 2024, mulai namanya yang kerap muncul di survei capres hingga arahan dari PDIP. Apa jawaban Ganjar?

"Arahannya sekarang kita pulang balik," jawabnya seraya kembali bersepeda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip ganjar pranowo Pilpres 2024

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top