Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Dorong Pengembangan Industri Kuliner Halal di Solo, Ini Alasannya

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo mendorong sejumlah pelaku usaha di Kauman untuk bisa mengembangkan industri kuliner halal.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  15:19 WIB
Pelatihan kepada pelaku usaha yang dilakukan BI Solo - Istimewa
Pelatihan kepada pelaku usaha yang dilakukan BI Solo - Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Bank Indonesia mendorong pelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman (PKWBK) Solo, Jawa Tengah untuk mengembangkan industri kuliner halal.

Pasalnya, potensi pasar terhadap kuliner halal saat ini dinilai cukup besar dan berpotensi bisa lebih dikembangkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, untuk mengembangkan usaha kuliner halal tersebut sejumlah anggota PKWBK telah diberikan sejumlah pelatihan. Mulai dari cara pengolahan makanan, perizinan, branding hingga pemasarannya.

"Program ini salah satunya menyasar pada industri kuliner Kampung Kauman yang ditujukan untuk mendukung branding Kota Solo sebagai salah satu destinasi wisata kuliner halal sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Kampung Kauman," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, industri halal sekarang ini telah tumbuh menjadi perspektif baru dalam perkembangan bisnis pasar dunia.

Konsumsi produk halal saat ini juga tidak terbatas hanya pada muslim, namun sudah merambah ke nonmuslim yang mengenal halal sebagai prasyarat bagi produk yang baik, sehat, dan bermutu tinggi.

Untuk itu, peluang untuk pengembangan produk dan industri halal sangat terbuka saat ini dan kedepannya di berbagai wilayah di dunia.

"Setidaknya terdapat enam industri halal yang sudah ada dalam lingkup global, antara lain makanan, wisata halal, fesyen, media dan rekreasi, farmasi-kosmetika, serta keuangan," jelasnya.

Dari enam sektor yang ada, makanan halal merupakan pilar industri halal terbesar karena mengusung konsep halalan thayyiban yang tidak hanya terjamin kehalalannya, tetapi juga harus diproduksi di lingkungan yang bersih dan aman.

Konsep ini, lanjut dia, dianggap mampu menjawab tuntutan masyarakat internasional pada standar mutu produk yang tinggi yang menjamin keamanan serta asal-usul produk, terutama dengan adanya pandemi Covid-19.

Sementara terkait dengan potensi Indonesia, kata dia, dianggap sangat berpeluang besar dalam mengembangkan industri halal dunia. Terlebih, Indonesia telah dinobatkannya sebagai destinasi wisata halal terbaik oleh Global Muslim Travel Index 2019.

Indonesia diyakini mampu meraih posisi sebagai leader industri halal dunia di masa depan, jika para pemangku kepentingan (stakeholders) bersama-sama fokus pada pengembangan dan pembangunan industri halal.

"Untuk itu, Bank Indonesia Solo bersama dengan Pemerintah Kota Surakarta, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan stakeholders terkait lainnya mengembangkan program pilot project kawasan halal berbasis komunitas dan budaya di Kampung Kauman," tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top