Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puncak Omicron Diprediksi Februari-Maret, Sultan HB X Pastikan PTM Jalan Terus

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memastikan PTM jalan terus meski kasus Omicron diprediksi mengalami puncaknya pada bulan depan.
Sunartono
Sunartono - Bisnis.com 25 Januari 2022  |  09:00 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist -  Dok Humas Pemda DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist - Dok Humas Pemda DIY.

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Prediksi puncak Omicron bakal terjadi pada Februari-Maret 2022 tak memengaruhi pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memastikan PTM jalan terus namun dengan penekanan protokol kesehatan (prokes) wajib dipenuhi).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya memprediski puncak penyebaran Omicron akan terjadi 4-8 pekan ke depan atau sekitar Februari-Maret 2022. Prediksi ini disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban.

Sultan HB X menegaskan PTM 100% tetap bisa dijalankan dan tidak masalah selama prokes ketat.

“Lho kalau sekolah ya 100 persen tidak ada masalah, yang penting kan seperti kampus buka, ya tidak ada masalah, asal prokes, jaga jarak tetap diberlakukan,” ucapnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Senin (24/1/2022) sore.

Sultan HB X mengingatkan pengelola lembaga pendidikan menengah dan tinggi harus bisa memperkirakan kuota setiap ruangan agar tetap jaga jarak. Karena jika memaksakan tidak jaga jarak dikhawatirkan rawan terjadinya penularan.

“Sekarang misalnya mungkin aula saya tidak cukup untuk semua mahasiswa, ya jangan semua masuk, misalnya begitu. kalau 1.000 jadi satu tetapi tidak ada jarak satu meter dan sebagainya, akan menimbulkan penularan, jadi prokes tetap dijaga,” katanya.

Sulta HB X mengakui masih ada persoalan berkaitan dengan kelas untuk bisa menampung 100% siswa. Ia mencontohkan jika suatu kelas berjumlah 40 pelajar dan diterapkan 100% tidak bisa jaga jarak, maka sebaiknya dibagi dua waktu pertemuan. Sehingga, setiap pertemuan kuotanya 50% dari jumlah pelajar.

Menurutnya Pemda DIY tidak memaksakan bahwa setiap sekolah jangan sampai tertular virus. Hal ini sangat menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Kami tidak pernah mendesain sekolah SD SMP SMA nanti jangan sampai ada virus kan enggak ada, disesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

omicron

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top