Bisnis.com, SEMARANG - Tingkat kepemilikan sertifikat kompetensi kerja di sektor konstruksi nasional masih tergolong sangat rendah di tengah masifnya percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.
Dari total lebih dari 9,4 juta tenaga kerja sektor konstruksi, tercatat baru sekitar 5,8% yang telah mengantongi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK). Ketimpangan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini menjadi tantangan yang mendesak untuk diselesaikan guna menjamin keselamatan, efisiensi, keandalan, serta daya saing industri konstruksi nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat peran lembaga pendidikan vokasi, salah satunya melalui Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech).
Kampus binaan Kementerian PU itu mengukuhkan 441 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam Sidang Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru yang diselenggarakan pada Senin (27/07/2026) di Kota Semarang.
Para mahasiswa baru tersebut berasal dari 28 provinsi di Indonesia dan telah berhasil menyisihkan ribuan pendaftar melalui serangkaian tahapan seleksi ketat sejak Januari-Juli 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya pemenuhan tenaga kerja bersertifikat dan berdaya saing tinggi. Menteri PU menekankan bahwa kehadiran para mahasiswa baru di kampus vokasi ini memikul tanggung jawab dan harapan besar sebagai bagian dari investasi strategis bangsa dalam pembangunan infrastruktur masa depan.
"Saudara bukan sekadar memulai pendidikan tinggi, tetapi menjadi bagian dari investasi strategis bangsa. Jadilah generasi pembangun yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka kesempatan, dan menghadirkan kesejahteraan," pesan Menteri PU Dody Hanggodo yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum (BPSDM PU) Bisma Staniarto.
Dalam arahan tersebut, Menteri PU menyampaikan bahwa Politeknik PU memegang peran vital dalam mendukung program Asta Cita Presiden melalui kerangka transformasi PU608. Kerangka kerja transformasi ini bertujuan utama mencetak talenta konstruksi masa depan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi modern, dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip berkeselamatan kerja di setiap lini pembangunan.
Dody juga mendorong seluruh mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri secara matang sejak hari pertama perkuliahan dengan membangun lima bekal utama, yaitu penguatan kompetensi, pembentukan karakter, penanaman integritas, penegakan kedisiplinan, serta pembinaan etos kerja yang kuat.
Selain itu, para peserta didik diwajibkan menguasai instrumen teknologi konstruksi modern seperti Building Information Modelling (BIM), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan pemetaan digital agar mampu menjawab tantangan industri konstruksi yang terus berkembang pesat.
Rendahnya angka sertifikasi sebesar 5,8% pada sektor konstruksi berisiko menurunkan produktivitas serta memperbesar potensi kegagalan bangunan jika tidak dibenahi secara sistematis dari hulu hingga hilir.
Oleh karena itu, kombinasi antara penguasaan teknologi digital serta kepemilikan sertifikasi profesi resmi menjadi syarat mutlak bagi lulusan vokasi agar dapat langsung terserap di pasar kerja nasional maupun internasional.
Ditemui seusai kegiatan, Ketua Senat PUtech, Indratmo Soekarno, menyampaikan bahwa pembelajaran di PUtech didominasi porsi praktik, termasuk pengalaman lapangan dan magang selama enam bulan agar lulusan siap terjun ke dunia kerja.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur PUtech, Brawijaya, menambahkan bahwa komitmen penguatan tata kelola institusi dibuktikan melalui raihan sertifikasi ISO 45001 yang melengkapi ISO 17025, ISO 21001, dan ISO 37001 untuk menjamin mutu pembelajaran dan keselamatan lingkungan pendidikan.