JNE Sediakan Layanan Logistik bagi UMKM Kreatif Jateng

Oleh: Lucky Leonard 29 Agustus 2018 | 20:21 WIB
JNE Sediakan Layanan Logistik bagi UMKM Kreatif Jateng
Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melakukan pendataan paket kiriman./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, SEMARANG - JNE bersinergi dengan UMKM (usaha mikro kecil menengah) kreatif di Jawa Tengah untuk menyediakan layanan logistrik terhadap distribusi produk-produk ekonomi kreatif UMKM.

Berkembangnya industri kreatif secara pesat telah mendorong penyedia jasa logistik untuk bersinergi guna membangun perekonomian nasional.

Adapun menurut Kementerian Perindustrian, industri kreatif di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga 7% per tahun, sekaligus berkontribusi besar bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, jumlah perusahaan, hingga pasar ekspor.

Sepanjang 2014-2015, misalnya, nilai tambah dari sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,1 triliun. Penyumbang nilai tambah tertinggi tersebut antara lain subsektor mode dan kuliner.

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81%, diikuti fesyen dengan pertumbuhan 7,12%, periklanan sebesar 6,02%, dan arsitektur 5,59%.

Mayland Hendar Prasetyo, Head of Marketing Communication JNE,  mengatakan pihaknya turut ambil bagian dalam pengembangan industri kreatif dengan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, perkembangan industri kreatif yang pesat dengan inovasi di bisnis logistik mampu menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan.

"JNE dan UMKM adalah mitra, sehingga JNE concern dalam memberikan dukungan dengan semangat tagline Connecting Happiness," ujarnya, Rabu (29/8/2018).

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPW Asosiasi Akumandiri Jawa Tengah mengatakan pihaknya terus berperan aktif dalam mendampingi UKM untuk bisa berkembang. Menurutnya, perkembangan duni usaha saat ini telah memberikan tantangan yang cukup berat.

"Anak-anak muda jangan hanya sebagai konsumen, tapi mereka dituntut pula sebagai produsen. Artinya, kawula muda dengan ide-ide kreatifnya harus bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, tidak cuma untuk dirinya sendiri tapi juga untuk masyarakat sekitarnya. Apalagi zaman sekarang, mencari pekerjaan itu sangat sulit," katanya.

Salah satu pelaku industri kreatif, Irma Susanti, pemilik Indentix Batik, mengungkapkan dirinya harus terus berinovasi untuk tetap mendapatkan pasar. Produknya pun harus disesuaikan dengan target lokasi pemasarannya.

"Batik telah bertransformasi dalam berbagai bentuk produk yang mampu menyentuh beragam lapisan masyarakat dan tingkat usia. Sebagai hasil budaya asli Indonesia, batik perlu terus dikembangkan untuk itu diperlukan agility skill dan kemauan untuk melakukan transformasi bisnis dalam menghadapi tantangan tersebut," tuturnya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya