Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perajin Batik Didorong Lakukan Inovasi 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang serius mendorong para pelaku UKM khususnya batik, untuk terus melakukan berbagai inovasi.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 01 Agustus 2018  |  19:47 WIB
Perajin Batik Didorong Lakukan Inovasi 
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono saat melihat batik pada salah satu pusat perbelanjaan di Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang serius mendorong para pelaku UKM khususnya batik, untuk terus melakukan berbagai inovasi. Hal ini dimaksudkan agar batik semakin dikenal luas dengan menyesuaikan selera pasar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono menuturkan, pihaknya tengah mendorong para perajin batik untuk terus menjaga kualitas batik yang dihasilkan. Pasalnya, tak jarang ada perajin batik yang tidak memperdulikan kualitas saat mendapat banyak pesanan.

”Kontinuitas harus dipenuhi. Jangan hanya bagus di contohnya saja, seterusnya juga harus bagus,” ujar Sri saat melihat pameran batik di Semarang, Rabu (1/8/2018).

Menurut Sri, selain kualitas, pemerintah masih mendapat keluhan mengenai kendala mahalnya harga bahan pembuatan batik, salah satunya malam. Menanggapi hal tersebut, dia meminta para perajin batik bergabung dalam koperasi untuk memudahkan pemerintah melakukan pendataan.

”Dengan demikian, pemerintah dapat dengan mudah melakukan pembinaan, memfasilitasi, hingga memberikan bantuan. Termasuk bantuan peralatan, selain bahan,” ujarnya.

Sri menjelaskan, batik Indonesia sudah mendapat pengakuan dari dunia melalui UNESCO pada 2 Oktober. Tanggal ini, ujarnya, kemudian ditetapkan sebagai hari batik nasional.

Pengakuan terhadap batik, juga ia dapatkan ketika mengunjungi beberapa acara di luar negeri. Batik yang ia kenakan, selalu mendapat apresiasi.

”Malah sekarang orang luar negeri lebih suka kalau diberi suvenir batik daripada yang lainnya,” ujar Sri.

Selain itu, Sri meminta peran aktif masyarakat Jateng untuk semakin mencintai batik. Menurutnya, salah satu ciri mencintai batik yakni dengan membeli produk batik lokal yang ada.

Tidak hanya masyarakat, pemerintah pun terus berupaya agar perajin batik dapat berkembang.

Kepada para perajin, pemerintah memfasilitasi mulai dari permodalan hingga pelatihan SDM-nya. Dalam aspek pasar pemerintah juga terus memberikan dukungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik jateng
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top