Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kesadaran Membentuk Desa Wisata di Jateng Tinggi

Provinsi Jateng memiliki 238 desa wisata atau bertambah 20% dibanding tahun sebelumnya.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 13 Agustus 2018  |  16:02 WIB
Kesadaran Membentuk Desa Wisata di Jateng Tinggi
Warga membawa tudung berisi jambu pada Festival Jambu 2018 di Desa Dukuh, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (12/8). Festival tersebut untuk mempromosikan Desa Dukuh sebagai kawasan Argowisata pertanian penghasil jambu kristal di Karanganyar. - Antara/Mohammad Ayudha
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG – Provinsi Jateng memiliki 238 desa wisata atau bertambah 20% dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Urip Sihabudin mengatakan, desa wisata terus tumbuh seiring dengan banyaknya tempat wisata baru yang ada di Jawa Tengah.

"Perkembangan desa wisata terus mengalami tren yang positif. Karena beberapa kelompok masyarakat di sejumlah daerah jeli memanfaatkan peluang untuk membuat sebuah desa wisata baru," kata Urip Senin (13/8/2018).

Urip menuturkan, dari jumlah 238 desa wisata semuanya sudah layak untuk pengelolaannya. Kendati demikian, beberapa kekurangan yang ada seperti akses dan kebutuhan desa wisata terus dibenahi kelompok masyarakat yang mengelolanya.

Menurutnya, kelompok masyarakat yang berani membuka desa wisata sudah menghitung betul keuntungan yang didapatkan. Sebab, jika tidak mempunyai keuntungan lebih maka kelompok masyarakat tidak akan berani membuka desa wisata.

"Beberapa kelompok masyarakat yang mempunyai desa wisata sudah menghitung secara matang keuntungan maupun kerugian jika membuka desa wisata. Mereka tidak gegabah dalam membuat desa wisata dan sudah memetakan potensi wisata yang ada," ujarnya.

Urip mengatakan desa wisata yang memiliki surat keputusan dari Gubernur Jateng mudah mendapatkan bantuan barang penunjang. Selain itu, sebagian desa wisata di Jateng mendapatkan sumbangan Rp25 juta untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas yang ada.

Jumlah pemberian dana tersebut terus dievaluasi dan dilihat sejauh mana kebutuhan desa wisata terkait agar pengentasan kemiskinan bisa berkurang.

"Desa yang masih miskin namun punya potensi akan kita dorong. Ini kita prioritaskan supaya ekonomi di desa bisa terbangun, desa wisata poinnya untuk mengentaskan kemiskinan di desa," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DESA WISATA
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top