BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY Optimistis Target Penambahan Peserta Tercapai

BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menargetkan penambahan peserta sebanyak 822.000 orang sepanjang tahun ini.
Alif Nazzala Rizqi | 31 Oktober 2018 17:11 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Agus Susanto (kiri), bersama Direktur M Krishna Syarif meninjau layanan Care Contact Center, selepas peresmiannya, di Jakarta, Rabu (18/10). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, SEMARANG -- BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menargetkan penambahan peserta sebanyak 822.000 orang sepanjang tahun ini.

Hingga saat ini, realisasinya sudah menyentuh 547.642 peserta. Hal ini disebut sejalan dengan tingginya kesadaran masyarakat untuk memiliki jaminan sosial. 
 
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah (Jateng) dan DI Yogyakarta (DIY) Moch Triyono menuturkan total kepesertaan di dua provinsi itu telah mencapai 1.768.466 pekerja. Jumlah tersebut diperoleh dari pemberi kerja maupun beberapa perusahaan yang ada di Jateng dan DIY.
 
"Tahun ini, target kami ada 822.000 peserta baru. Sampai saat ini, realisasinya baru 547.642 peserta. Kami optimistis target tersebut akan bisa tercapai sampai akhir Desember 2018," paparnya, Rabu (31/10/2018).
 
Sementara itu, untuk peserta bukan penerima upah, jumlah peserta ditargetkan bertambah sebanyak 411.606 orang pada 2018. Sampai saat ini, realisasinya sudah sebanyak 278.023 peserta. 
 
Untuk sektor bidang kontruksi dan proyek pemerintah, Tri menuturkan pihaknya sudah hampir merealisasikan target yang telah ditetapkan. Jumlah kepesertaan di sektor itu dipatok 1,6 juta orang pada 2018 dan kini sudah terealisasi 1,3 juta orang.
 
Dia menyebut pihaknya optimistis target tersebut akan terealisasi sepenuhnya pada akhir 2018. Terlebih saat ini, BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda), khususnya dinas tenaga kerja di masing masing kabupaten/kota se-Jateng dan DIY.
 
"Berkat dukungan dari semua pihak, kami sangat optimistis target ini bisa terealisasi. BPJS Ketenagakerjaan benar benar memberi proteksi, iuran relatif murah, dan sudah dijamin pemerintah," ucap Tri.
 
Per September 2018, Jaminan Hari Tua (JHT) sudah dibayarkan untuk 195.409 kasus dan total nilai pembayaran mencapai Rp1,4 triliun. Untuk jaminan kematian, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng DIY sudah membayarkan untuk 2.239 orang dengan nilai Rp60,5 miliar.
 
Jaminan kecelakaan kerja juga telah dibayarkan untuk 13.864 kasus dengan total nilai Rp66,9 miliar. Sementara itu, untuk pembayaran dana pensiun dibayarkan untuk 10.043 orang dengan nilai Rp13,751 miliar.

"Total pembayaran santunan seluruhnya per September 2018 sebanyak Rp1,584 triliun," sebutnya.
 
 

Tag : bpjs ketenagakerjaan, jateng
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top