Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi di Jateng Menurun Pasca Idulfitri

Beberapa komoditas pangan seperti beras dan telur ayam ras alami penurunan inflasi. Namun, komoditas lain seperti emas dan bawang merah alami sedikit kenaikan.
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di Pasar Minggu./Bisnis-Nurul Hidayat
Aktivitas jual beli kebutuhan pokok di Pasar Minggu./Bisnis-Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah mencatat pada bulan April 2024 tekanan inflasi gabungan kota di Jawa Tengah menurun.

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,20% (mtm) pada periode laporan, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,60% mtm. Senada dengan informasi di atas, inflasi gabungan kota di Jateng pada April 2024 berada di rentang target inflasi nasional (2,5±1), yakni sebesar 3,27%.

BI Jateng mencatat seluruh daerah mengalami penurunan tekanan inflasi. Plh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Nita Rahmenia mengatakan bahwa inflasi terendah ada di Kabupaten Rembang, dan tertinggi terdapat di Kota Surakarta.

"Rembang yang pada periode laporan mencatatkan inflasi sebesar 0,02% (mtm). Sementara itu, Kota Surakarta mencatatkan inflasi bulanan tertinggi pada periode laporan yang sebesar 0,39% (mtm)," jelas Nita dikutip dari siaran pers, Selasa (7/5/2024).

Penurunan tekanan inflasi pasca Idulfitri ini terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan utama. Komoditas yang terpantau mengalami penurunan harga adalah beras dipengaruhi panen raya dan telur ayam ras dipengaruhi turunnya harga pangan.

Meski begitu, Nita menambahkan, masih ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Salah satunya bawang merah. "Harga bawang merah yang meningkat pada periode laporan, disebabkan oleh gagal panen akibat banjir di sentra-sentra produksi di Jawa Tengah pada triwulan I 2024," lanjut Nita.

Di sisi lain, inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok transportasi meningkat. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harha emas perhiasan seiring dengan kenaikan harga emas dunia yang dipengaruhi oleh ketegangan konflik Timur Tengah.

Nita mengatakan bahwa BI bersama Forum TPID Provinsi Jateng akan terus berkoordinasi untuk melaksanakan program pengendali inflasi.

"Program pengendalian inflasi tersebut ditujukan untuk menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang/komoditas di Jawa Tengah sehingga inflasi dapat terjaga di rentang sasaran 2,5±1%," pungkasnya. (Vatrischa Putri Nur Sutrisno)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper