BI Jateng dan Pemkab Magelang Kendalikan Harga Cabai

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan penandatanganan kerjasama program pengendalian inflasi komoditas cabai di Kabupaten Magelang, Selasa (6/11/2018) di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Alif Nazzala Rizqi | 06 November 2018 18:26 WIB
Kepala Perwakilan BI Jateng, Hamid Ponco Wibowo melakukan penandatanganan program pengendalian inflasi cabai di Magelang

Bisnis.com, MAGELANG- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah  bersama Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan penandatanganan kerjasama program pengendalian inflasi komoditas cabai di Kabupaten Magelang, Selasa (6/11/2018) di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Implementasi MoU tersebut dilaksanakan berdasarkan kerjasama lintas instansi yang terdiri dari BI, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Badan Pertanahan Nasional, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Magelang, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah. 

Kepala Perwakilan BI Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, perjanjian kerjasama tersebut merupakan upaya bersama untuk mengendalikan harga cabai agar berada di harga yang stabil, sehingga tidak terjadi inflasi. 

"Ini upaya kita bersama dengan dinas terkait. Kita mengupayakan untuk mengendalikan harga cabai dengan secara lebih maksimal. Kita bersama, berkomitmen untuk mengendalikan harga cabai sebaik mungkin," kata Ponco dalam keterangan resminya.

Dikatakan, harga cabai yang tidak stabil diakibatkan adanya masalah pada suplay dan distribusi yang cukup panjang yang mencapai tujuh rantai tata niaga. Disebutnya, dengan kerjasama itu, rantai yang panjang itu dipangkas menjadi empat saja sehingga memper pendek rantai tata niaga yang bisa membuat rentang harga tidak terlalu besar.

Ditambahkan, BI juga membangunkan gudang bagi petani yang dapat menyimpan cabai lebih lama hingga dua bulan dengan menggunakan teknologi ozon. Dengan teknologi itu, ketika panen melimpah dan harga sedang turun maka cabai yang ada bisa disimpan terlebih dahulu dan baru dikeluarkan ketika harga mulai stabil. 

"Kelompok petani Giri Makmur ini, nanti ketika panen raya bisa menyimpan cabai di gudang ini, karena dapat menyimpan cabai hingga dua bulan dan tidak mengalami penyusutan. Ini upaya kami dibantu dinas terkait, ketika panen dan harga turun tidak perlu dijual semua, cukup dijual sesuai kebutuhan, sisanya dijual kembali ketika harga relatif sama," ujarnya. 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kabupaten Magelang, Eko Triono menyambut positif jalinan kerjasama ini. Kata dia, Pemkab Magelang juga memiliki program pengembangan cabai jangka menengah yang dimulai tahun 2016-2019 untuk stabilitas pasokan dan harga cabai dan progarm jangka panjang tahun 2020-2024 yang mendukung swasembada cabai nasional dan ekspor cabai. 

"Semoga kerjasama ini bisa berjalan baik, dan saling sinkron dengan program pengembangan cabai di Kabupaten Magelang yang kami susun," ucapnya. 

Sementara itu, sebagai wujud pelaksanaan tugas BI dalam pengendalian inflasi, terutama inflasi darinvolatile food, KPwBI Jateng bersama dengan stakeholders telah melaksanakan program pengendalian inflasi melalui pengembangan klaster sejak tahun 2015.

Adapun, Bank Indonesia sendiri telah hadir di Kabupaten Magelang sejak tahun 2014 untuk bersama-sama pemerintah mengembangkan perekonomian, diantaranya melalui program, klaster ikan air tawar di Sawangan, klaster sapi perah terintegrasi hortikultura di Kecamatan Ngablak, klaster bawang putih di Kecamatan Kaliangkrik, dan program pengembangan industri kreatif berbasis kesenian rakyat di Borobudur. 

 

Tag : harga cabai, magelang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top