Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi KA Joglosemarkerto 186 Persen, tapi tak Ada Penumpang Berdiri

Ketertarikan masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menggunakan KA Joglosemarkerto begitu tinggi. Hal tersebut terbukti dengan okupansi kereta Joglosemarkerto yang mencapai 186 persen.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  18:53 WIB
Pengunjung mencoba fasilitas saat peluncuran kereta api (KA) Joglosemarkerto di Stasiun Solo, Balapan, Solo, Sabtu (1/12/2018). KA Joglosemarkerto merupakan perpanjangan dari salah satu rute KA Kamandaka yang semula relasi Semarang TawangPurwokerto diteruskan menuju YogyakartaSoloSemarang Tawang. - Solopos/M.Ferri Setiawan
Pengunjung mencoba fasilitas saat peluncuran kereta api (KA) Joglosemarkerto di Stasiun Solo, Balapan, Solo, Sabtu (1/12/2018). KA Joglosemarkerto merupakan perpanjangan dari salah satu rute KA Kamandaka yang semula relasi Semarang TawangPurwokerto diteruskan menuju YogyakartaSoloSemarang Tawang. - Solopos/M.Ferri Setiawan

Bisnis.com, SEMARANG - Ketertarikan masyarakat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menggunakan KA Joglosemarkerto begitu tinggi. Hal tersebut terbukti dengan okupansi kereta Joglosemarkerto yang mencapai 186 persen.

Adapun, dari data yang ada selama bulan Desember 2018 kemarin, tercatat ada 223.119 penumpang di Jawa Tengah dan D.I.Y yang menggunakan KA ini atau berjumlah 186 persen dari total tempat duduk yang disediakan KA Joglosemarkerto yakni 119.784 kursi selama bulan Desember 2018.

Manager Humas PT KAI DAOP 4 Krisbiantoro mengatakan, okupansi KA Joglosemarkerto bulan Desember 2018 yang berjumlah 186 persen. Hal tersebut karena, banyak penumpang yang turun di stasiun antara dan kemudian ada penumpang lain yang naik lagi dari stasiun tersebut.

"Perjalanan memutar dua arah yang menghubungkan Provinsi Jateng dan D.I.Y inilah yang menyebabkan okupansi KA Joglosemarkerto diatas 100%," kata Krisbiantoro dalam keterangan resminya Selasa (22/1/2019).

Sementara itu lanjut dia, dari total penumpang KA Joglosemarkerto bulan Desember 2018, tercatat sejumlah 110.167 penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang atau 49% dari total keseluruhan penumpang KA Joglosemarkerto bulan Desember 2018. 

Dia menambahkan, bahwa jumlah rata-rata setiap hari selama bulan Desember 2018 ada 3.554 penumpang yang menggunakan KA Joglosemarkerto di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang atau 53% dari total harian secara keseluruhan KA Joglosemarkerto.

"Untuk bulan Januari 2019 dari data yang ada sampai tanggal 21/1 kemarin total penumpang yang menggunakan KA Joglosemarkerto yakni 127.462 penumpang dengan jumlah okupansi yakni 157% dari total kursi yang disediakan yakni 81.144. Sedangkan jumlah penumpang yang naik di wilayah Daop 4 Semarang yakni 59.212 penumpang dengan jumlah okupansi yakni 46% dari seluruh penumpang KA Joglosemarkerto selama bulan Januari 2019. Rata-rata penumpang yang naik di wilayah Daop 4 Semarang yakni 2.820 penumpang atau 52% dari total harian secara keseluruhan KA Joglosemarkerto," ujarnya.

Seperti diketahui, KA Joglosemarkerto ini berjalan di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, dan Daop 6 Yogyakarta dengan jumlah kapasitas angkut 644 kursi dalam satu rangkaian dan menyediakan total 3.864 kursi setiap harinya.

Dalam satu rangkaian KA Joglosemarkerto terdiri dari 6 kereta kelas ekonomi AC (6 K3AC) dengan kapasitas 480 penumpang, 1 kereta ekonomi AC untuk difabel berkapasitas 64 penumpang, dan 2 kereta kelas eksekutif (2 K1) dengan kapasitas 100 penumpang. 

Selain itu, KA Joglosemarkerto berhenti di beberapa stasiun yakni Semarang Tawang,  Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Slawi, Prupuk, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Sumpiuh, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, dan kembali lagi di Semarang Tawang. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top