Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Pernik Imlek di Semarang Belum Semarak

Menjelang hari raya Imlek 5 Februari 2019 mendatang, penjualan lampion di Kota Semarang cenderung sepi pembeli.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  17:37 WIB
Penjual pernak-pernik Imlek di Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.
Penjual pernak-pernik Imlek di Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG – Menjelang hari raya Imlek 5 Februari 2019 mendatang, penjualan lampion di Kota Semarang cenderung sepi pembeli.

Salah satu penjual lampion di Kota Semarang Sunarso, mengatakan pembeli pernak-pernik Imlek khususnya lampion saat ini menurun jauh bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padahal, momen Imlek menjadi waktu yang diharapkan dapat menarik pundi-pundi rupiah.

"Biasanya selama satu bulan itu kita bisa menjual hingga 50 biji. Namun di tahun ini 10 biji saja sudah tidak sampai," kata Sunarso saat ditemui di lapaknya, Jumat (25/1/2019).

Sunarso mengatakan, tidak tahu persis penurunan penjualan lampion tersebut. Namun menurutnya hal itu bisa dipengaruhi cuaca akhir-akhir ini yang sering hujan, ditambah minat pembeli yang memang turun.

"Jika dibandingkan tahun kemarin, perbedaannya sangat mencolok. Dulu kalau sudah mendekati Hari Raya Imlek sudah pasti kami disibukkan pembeli yang mencari pernak-pernik Imlek," ucapnya.

Pria yang sudah berjualan puluhan tahun ini menambahkan, meski sepi pembeli ia akan tetap membuka tokonya. Ia yakin mungkin saja beberapa hari ke depan akan banyak pembeli yang berdatangan. "Biasanya mendakti H-3 pembeli agak ramai, semoga saja bisa balikin modal lah," ujarnya.

Kendati demikian, berbanding terbalik dengan penjualan angpao menjadi salah satu pernak-pernik ini mulai banyak diminati pembeli. Bahkan, saat ini permintaannya mengalami peningkatan tajam dibandingkan produk lainnya.

Penjual angpao, Sunarsi mengatakan, peningkatan permintaan dari pembeli mulai terasa. Menurutnya, ini dikarenakan akan adanya tahun babi tanah yang sebentar lagi akan dirayakan.

"Kalau sebulan kita bisa menjual 50 angpao lebih," ujarnya

Meski demikian, lanjutnya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah angpao yang terjual memang sedikit menurun.

"Dulu, bisa sampai ratusan. Kalau ini masih puluhan. Tapi sudah cukup lumayanlah," terangnya.

Dia yakin, beberapa waktu ke depan permintaan angpao akan meningkat kembali, karena biasanya pembeli akan datang saat menjelang hari raya Imlek bulan depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top