Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara & Bagasi Bakal Pukul UMKM

Kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) sejumlah maskapai penerbangan turut berimbas kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  13:05 WIB
Sejumlah calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang. - Antara/Iggoy el Fitra
Sejumlah calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, SEMARANG – Kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) sejumlah maskapai penerbangan turut berimbas kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Semarang.

Ketua kamar dagang dan industri (Kadin) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, kenaikan SMU tersebut berdampak sangat berat bagi pelaku UMKM kota ini lantaran pembelian produknya menjadi sepi.

“Efek dominonya nanti juga akan dirasakan pelaku UMKM, yakni mereka yang memporduksi oleh-oleh ataupun menjual oleh-oleh, karena daya beli wisawatan turun dengan tingginya biaya bagasi atau kargo,” katanya, Senin (28/1/2019).

Arnaz mengatakan, saat ini beban naiknya tarif SMU tersebut memang masih bisa diakali dengan pengiriman melalui jalur darat. Namun demikian tentu hal itu tidak akan bisa menjadi solusi jangka panjang.

“Salah satunya lewat transportasi darat untuk menekan biaya bagasi, namun kalau jangka panjangnya belum tahu nantinya akan berimbas seperti apa,” ucapnya.

Dia menyebutkan, saat ini Kadin Kota Semarang sendiri membawahi sebanyak 500-an pelaku UMKM. Dengan jumlah sebanyak itu pihaknya berharap agar ada kebijakan lebih lanjut oleh Pemerintah Pusat terkait dengan harga tiket pesawat sekaligus harga SMU dan harga bagasi.

“Tentunya harus ada solusi melalui kebijakan pemerintah, agar dampaknya tidak kepada UMKM," ujarnya.

Sementara itu, Wakil ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Bambang Mintosih menambahkan jika penambahan biaya bagasi, sekaligus kenaikan SMU yang dilakukan oleh maskapai penerbangan dipastikan akan berdampak pada omset penjulan pusat oleh-oleh.

“Harus ada kajian ulang tentang pembebanan bagasi bagi penumpang pesawaat, jika terus dilakukan ditakutkan akan berimbas pada sektor UMKM dan pusat oleh-oleh ditempat wisata. jika dilanjutkan orang akan males belanja, ini yang bahaya mereka ngga akan beli oleh-oleh,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan jawa tengah kargo udara
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top