Ganjar Dukung Truk Logistik Dapat Diskon Masuk Tol Trans Jawa

Hal tersebut penting agar para sopir truk logistik tidak keberatan dan kembali beralih ke jalur Pantura sehingga proses pengiriman logistik semakin cepat.
Alif Nazzala Rizqi | 06 Februari 2019 16:21 WIB
Truk Logistik

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung truk logistik yang melintasi tol Trans Jawa diberikan diskon khusus.

Hal tersebut penting agar para sopir truk logistik tidak keberatan dan kembali beralih ke jalur Pantura sehingga proses pengiriman logistik semakin cepat.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar Pranowo menanggapi banyaknya sopir truk bermuatan besar yang mengeluhkan tarif tol Trans Jawa. Tarif tol yang menghubungkan Merak-Surabaya tersebut dinilai terlalu mahal, sehingga para sopir truk kembali menggunakan jalur pantai utara (Pantura) Jawa.

"Soal tarif nanti biar dievaluasi. Tapi prinsipnya saya mendukung truk logistik diberikan diskon khusus," kata Ganjar dalam keterangan resminya Rabu (6/2/2019).

Sebenarnya lanjut dia, jika semua bisa dikompromikan antara pengelola jalan tol dengan asosiasi pengusaha yang bergerak dalam pengiriman logistik, maka akan berdampak bagus. 

"Misalnya untuk muatan logistik tertentu, bisa mendapatkan diskon langganan dengan harga spesial. Tinggal nanti kami yang mengawasi muatannya, apakah over dimensi dan over load (Odol) atau tidak agar jalannya bisa awet. Kalau bisa bertemu pada kesepakatan itu tentu akan baik dan menarik," terangnya.

Ganjar menambahkan, sebenarnya jalan tol itu pilihan. Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan jalan tersebut atau menggunakan jalan lain.

"Sopir truk bisa membuat pilihan, kalau terlalu mahal (lewat tol), maka bisa melewati jalan-jalan lain yang ada sambil nanti kami evaluasi," tambahnya.

Selain untuk mempercepat perpindahan manusia dan barang, tol lanjut Ganjar juga berfungsi untuk mengurai kemacetan. Jika saat ini para sopir truk banyak yang kembali ke Pantura sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan, maka kendaraan non logistik bisa melalui jalur tol.

"Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Langkah progresifnya adalah mengangkut logistik menggunakan jalur kereta api dan pelabuhan," katanya.

Sebagai informasi, sejumlah sopir truk bermuatan logistik banyak yang mengalihkan rutenya, dari yang semula melewati tol Trans Jawa ke jalur Pantura. Alasan itu diambil karena tarif tol dinilai terlalu mahal.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Ilham Masita mengatakan jika tarif tol dari Jakarta menuju Surabaya terlalu mahal dan mencapai jutaan rupiah.

Hal itu yang menjadi penyebab para sopir truk kembali menggunakan jalur Pantura.

Pihaknya menyayangkan tarif tol yang mahal itu.

Menurutnya, tarif untuk kendaraan logistik seperti truk seharusnya lebih rendah dibanding mobil pribadi.

"Saya rasa permasalahannya kalau untuk mempermudah logistik harusnya tarif truk logistik lebih murah dibanding mobil pribadi," kata dia.

Tag : truk, tol trans jawa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top