Disrupsi Bisnis Ritel, Sri Ratu Semarang Tutup & Ubah Model Usaha

usat perbelanjaan yang telah ada di Semarang sejak 1978, yakni Sri Ratu akan mengubah konsepnya dari department store/supermarket menjadi plaza guna bersaing merebut konsumen di pasar.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  17:37 WIB
Disrupsi Bisnis Ritel, Sri Ratu Semarang Tutup & Ubah Model Usaha
Sri Ratu. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG — Pusat perbelanjaan yang telah ada di Semarang sejak 1978, yakni Sri Ratu akan mengubah konsepnya dari department store/supermarket menjadi plaza guna bersaing merebut konsumen di pasar.

Oleh karena itu, perusahaan akan menutup pusat perbelanjaan yang ada saat ini dalam waktu dekat untuk melakukan renovasi.

Hendra Aribowo, Direktur Sri Ratu mengungkapkan, perubahan konsep yang dilakukan perusahaan dari supermarket atau department store menjadi plaza lantaran konsep plaza dinilai lebih menjanjikan.

“Ya akan renovasi dan ganti konsep dalam waktu 1 tahunan,” kata Hendra kepada Bisnis, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan, konsep plaza lebih menjanjikan dibandingkan dengan konsep yang lama lantaran ada perubahan pada gaya hidup dan budaya belanja di masyarakat.

Plaza, lanjutnya, memiliki konsep properti manajemen sementara department store dan supermarket memiliki konsep retail manajemen.

Menurutnya, perubahan konsep yang dilakukan perusahaan terhadap Sri Ratu sudah dimiliki perusahaan sejak lama dan menjadi bagian dari rencana perusahaan. Oleh karena itu, renovasi akan dilakukan sesegera mungkin ketika Sri Ratu ditutup.

Terkait besaran belanja modal yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengganti konsep, dia menuturkan tidak terlalu besar mengingat perusahaan tetap menggunakan gedung yang ada untuk direnovasi.

“Tentunya sudah menjadi bagian dari rencana,” katanya.

Dia menambahkan, kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu mengalami penurunan dibandingkan dengan kinerja pada 2017 lantaran perusahaan telah melakukan pengurangan selling space kepada tenan di Sri Ratu.

Pengurangan selling space tersebut, lanjutnya dilakukan perusahaan sejak 2015. Adapun besaran penurunan yang dialami oleh perusahaan mencapai di atas 30%.
“[Kinerja Sri Ratu] Menurun karena kami sudah mengurangi selling space sejak 2015 lalu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, supermarket

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top