Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pinsar Keluhkan Harga Daging Ayam Terus Turun

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging menuntut pemerintah menyikapi penurunan harga ayam di pasaran.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  18:01 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) meninjau lapak pedagang daging ayam saat berkunjung di Pasar Besar Ngemplak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Destyan Sujarwoko
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) meninjau lapak pedagang daging ayam saat berkunjung di Pasar Besar Ngemplak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Destyan Sujarwoko

Bisnis.com, SOLO – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging menuntut pemerintah menyikapi penurunan harga ayam di pasaran.

"Saat ini harga ayam lepas kandang jatuh semua. Kemarin harga yang berlaku di pasaran hanya Rp15.000/kg hidup dari sebelumnya Rp18.500/kg," kata Ketua Pinsar Pedaging Jawa Tengah Parjuni di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019).

Ia mengatakan harga daging ayam terus turun maka para peternak terancam gulung tikar karena banyak yang akhirnya merugi.

Menurut dia, penurunan harga ayam sudah terjadi sejak awal tahun ini akibat pasokan yang berlebihan di pasaran. Di sisi lain, ia menilai tidak ada pengendalian harga oleh pemerintah.

"Bulan September harganya 'drop', Desember aman, dan Januari terus turun sampai saat ini. Kerugian perekornya Rp5.000-6.000," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya sudah meminta pemerintah agar menghentikan budidaya yang dilakukan oleh pabrikan. Menurut dia, alasan pabrikan ikut melakukan budidaya dengan alasan permintaan pasar tidak kuat. Ia menilai seharusnya pabrikan juga mengantisipasi agar budidaya mereka tidak berlebihan.

"Kami sudah mengambil bibit dan pakan dari pabrikan tetapi kenyataannya pabrikan ini juga melakukan budidaya sehingga menyebabkan 'oversuply' di pasaran," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk segera melakukan intervensi untuk stabilisasi harga di pasaran. "Kalau tidak ada perbaikan, kami bersama dengan peternak dari daerah lain akan menghadap lagi ke pemerintah pusat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging ayam

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top