Usulan Infrastruktur Dominasi Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang

Pada Forum Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (27/2/2019), para bupati, dan wali kota memaparkan program prioritas pembangunan yang didominasi usulan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di depan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  19:22 WIB
Usulan Infrastruktur Dominasi Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang
Ilustrasi pembangunan infrastruktur - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, DEMAK – Pada Forum Musrenbangwil Eks Keresidenan Semarang di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (27/2/2019), para bupati, dan wali kota memaparkan program prioritas pembangunan yang didominasi usulan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di depan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur misalnya, dia menyampaikan 10 prioritas di lintas struktur sebagai daya dukung investor. Di antaranya peningkatan Jalan Kaliwungu Selatan sepanjang tiga kilometer yang mengalami kerusakan berat.

“Jalan ini sebagai jalur ekonomi, sekaligus sebagai jalan penghubung Kendal dengan Kota Semarang. Anggaran yang kami usulkan Rp8 miliar,” katanya dalam keterangan resmi 

Sementara itu, usulan Pemerintah Kota Semarang yang disampaikan Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu diantaranya perbaikan angkutan umum, air tanah, pengolahan sampah, underground Simpang Lima, peningkatan Jalan Jatibarang, shelter terintegrasi, pengadaan LRT 120 unit, peningkatan Puskesmas Mijen menjadi RS Kelas D dan masih banyak lagi.

Usulan Kabupaten Semarang, Grobogan, Kota Salatiga, juga hampir sama. Pembangunan maupun peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan.

Saat teleconference dengan masyarakat Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Ganjar Pranowo menerima usulan pembangunan dan peninggian Jalan Moro Demak sepanjang empat kilometer dan peninggian lapangan desa yang tergenang rob setinggi 150 centimeter.

Perwakilan forum anak, Yogi, juga mengusulkan adanya ruang kreativitas untuk kegiatan anak-anak di Kota Semarang.

Gubernur pun menunjuk Wakil Wali Kota Semarang untuk memberikan ruang maupun tempat bagi forum anak. “Bu Wali Kota akan menyiapkan ruang rapat, sekalian dengan makan,” ujar Ganjar.

Sementara itu, Ngatimin, mewakili penyandang disabilitas dari Kota Salatiga berharap setiap pembangunan melibatkan disabilitas agar tersalurkan kreativitasnya, serta terjamin aksesibilitasnya.

Dia juga berharap akses modal usaha dari Bank Jateng untuk pengembangan usaha penyandang disabilitas. Permasalahan itu pun langsung ditangani oleh Pemkot Salatiga dan pihak Bank Jateng.

Musrenbangwil kali ini juga dimeriahkan dengan pameran produk unggulan dari wilayah Kedungsepur. Di antaranya, wedang orak-arik, mi tektek instan dan nasi jagung goreng instan dari Grobogan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng, musrenbang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top