Dafam Property Garap Proyek Rumah Bersubsidi

Dafam Property tengah serius menggarap proyek rumah bersubsidi.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  17:24 WIB
Dafam Property Garap Proyek Rumah Bersubsidi
Ilustrasi.

Bisnis.com, SEMARANG — PT Dafam Property tengah serius menggarap proyek rumah bersubsidi.

Direktur PT Dafam Property Wijaya Dahlan mengatakan, perseroan fokus pada lini properti residensial melalui proyek rumah bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diperuntukkan bagi anggota TNI, aparatur sipil negara (ASN), dan Polri.

Menurut Wijaya, setidaknya 275.000 anggota TNI belum memiliki rumah, begitu juga 945.000 ASN dan 360.000 Polri. “Ini peluang yang sangat besar,” kata Wijaya Jumat (28/6/2019).

Dari proyek rumah bersubsidi ini, Dafam menargetkan mendapatkan marjin sebesar Rp30 juta—Rp40 juta per unit dari harga rumah yang dibanderol Rp130 juta—Rp140 juta per unit.

Proyek pembangunan rumah bersubsidi ini berlangsung di Madiun, Jawa Timur dengan total area seluas 9,5 hektare. Emiten dengan kode saham DFAM ini berencana membangun 893 unit, dengan perkiraan 100 rumah dalam satu hektare.

Dia mengungkapkan, lokasi proyek rumah bersubsidi tersebut antara lain, Green Indah Mutiara Nglames, Green Indah Sanika Bhayangkara, Green Indah Mutiara Maospati, Green Indah Mutiara Caruban, dan Madani Modern Gringsing di Batang, Jawa Tengah.

“Untuk proyek perumahan di Batang, rencananya akan kami kerjakan pada akhir 2019. Kami masih merencanakan beberapa hal karena pertimbangan lokasi yang berdekatan dengan jalan tol,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2018, sektor properti residensial dan properti komersial Dafam menyumbang pemasukan kedua terbesar yakni sebanyak Rp35,48 miliar atau 24,05% dari keseluruhan pendapatan perseroan.

Lebih jauh, penjualan properti residensial meningkat signifikan pada 2018 di angka Rp35,5 miliar dari Rp19,6 miliar.

Hal itu karena disokong oleh banyaknya proses serah terima di Semarang. Dengan demikian, pihaknya menargetkan pada 2019, dapat mendulang peningkatan 25,89% di penjualan properti residensial dari proyek yang dijalankan saat ini.

Sementara pada lini properti komersial, perseroan menargetkan pendapatan Rp23,2 miliar atau meningkat 15,85% pada tahun ini. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dafam, rumah subsidi

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top