Crane Tertabrak, Pelindo III Jamin Operasional TPKS Lancar

Pelindo III menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, berjalan lancar.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  22:20 WIB
Crane Tertabrak, Pelindo III Jamin Operasional TPKS Lancar
Suasana bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas (TPKS), pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat(16/1/2015). - Bisnis/Juli Nugroho

Bisnis.com, SEMARANG—Pelindo III menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, berjalan lancar.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam konferensi pers terkait insiden tertabraknya satu unit container crane (CC) atau derek peti kemas oleh kapal MV. Soul of Luck, pada Minggu (14/7/2019) petang.

“Ada dua tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS. Pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam,” katanya, Senin (15/7/2019).

Tahap kedua yaitu memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu pascakejadian. Dengan demikian, jadwal jadwal pelayanan kapal peti kemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

“Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba,” tambah Doso Agung.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas Ahmad Wahid meluruskan tentang maksud dari keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service.

Menurutnya, keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi adanya keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar.

Ahmad Wahid juga mengungkapkan, bahwa meski semua pihak harus menunggu hasil dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dari insiden di TPKS. Namun,  berdasarkan analisis awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, permasalahan ada di mesin kapal.

“Kemungkinan besar adalah karena gagal berfungsinya mesin kapal untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan, sehingga akhirnya tetap menabrak dermaga dan CC,” ujarnya.

Dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari.

“Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian,” katanya.

Hal positif juga diungkapkan oleh Ketua DPC INSA Semarang Ridwan, pihaknya mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut.

Pasalnya, hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar 20:30 WIB sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota INSA lainnya yang sedang bongkar muat.

Ridwan mengingatkan, ke depan tetap ada hal terpenting yaitu langkah antisipasi. Untuk langkah teknis, menurutnya yang terpenting adalah segera menyingkirkan CC yang roboh keluar terminal, agar alur truk tidak terhambat.

“Bahkan minggu depan kami diajak simulasi dengan 6 crane yang beroperasi di TPKS agar produktivitasnya tetap baik. Semoga penanganan segera terlaksana dengan baik,” harapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top