Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stok Sapi untuk Kurban di Gunungkidul Mencukupi

Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan ketersediaan hewan kurban khususnya sapi di Kabupaten Gunungkidul masih mencukupi. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, jumlah sapi yang siap untuk dikurbankan mencapai 18.701 ekor.
Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  23:45 WIB
Ilustrasi. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Ilustrasi. - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL—Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan ketersediaan hewan kurban khususnya sapi di Kabupaten Gunungkidul masih mencukupi. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, jumlah sapi yang siap untuk dikurbankan mencapai 18.701 ekor.

Kepala Bagian Pengelolaan Stabilitas Ekonomi Setda DIY, Agnes Diani Indriasari, menjelaskan ia bersama tim dari TPID memantau tiga wilayah yakni Kota Jogja, Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. "Ketiga wilayah ini menjadi sampling pemantauan," kata dia saat memantau hewan ternak milik Hasim Asnawi di Dusun Lemahbang, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Rabu (24/7/2019).

Agnes mengatakan harga sapi siap kurban di Bumi Handayani tergolong stabil, yakni di kisaran Rp18 juta hingga Rp22 juta.

Terkait dengan kasus antraks yang merebak di Kecamatan Karangmojo beberapa waktu lalu, Agnes menyatakan hewan kurban yang ada di pasaran terbebas dari antraks. Menurutnya, sebelum dijual ke pasar, kesehatan hewan kurban dicek dan diuji di laboratorium kesehatan hewan (labkeswan). Selanjutnya dokter hewan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). "Setiap ada transaksi jual beli hewan harus ada SKKH sebagai tanda hewan tersebut layak untuk diperjualbelikan dan untuk kurban," kata dia.

Pemilik peternakan sapi, Hasim Asnawi, mengaku tahun ini permintaan sapi dari luar daerah sedikit menurun hingga sekitar 20%. "Permintaan dari luar daerah hanya 13 sampai 14 ekor sapi karena ada isu anthraks. Meski terjadinya di Kecamatan Karangmojo, kasus antraks tetap berdampak ke penjual sapi di seluruh Gunungkidul," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hewan kurban sapi kurban

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top