Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puskesmas Mojosongo Hentikan Pelayanan Akibat Ditabrak Truk

Puskesmas Mojosongo Kabupaten Boyolali terpaksa harus menghentikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat karena dampak peristiwa kecelakaan lalu lintas truk trailer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  15:10 WIB
Warga berada di dekat reruntuhan bangunan yang ditabrak truk kontainer di Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). Truk kontainer dengan nomer polisi H 1975 BH tersebut mengalami gagal rem atau rem blong sehingga menabrak bangunan puskesmas Mojosongo, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua luka ringan. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Warga berada di dekat reruntuhan bangunan yang ditabrak truk kontainer di Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). Truk kontainer dengan nomer polisi H 1975 BH tersebut mengalami gagal rem atau rem blong sehingga menabrak bangunan puskesmas Mojosongo, mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan dua luka ringan. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, BOYOLALI – Puskesmas Mojosongo Kabupaten Boyolali terpaksa harus menghentikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat karena dampak peristiwa kecelakaan lalu lintas truk trailer yang menabrak di halaman parkir dan bangunan bagian depan, Kamis (25/7/2019).

Truk trailer Nopol H-1975-BH yang dikemudikan oleh Solcan (38) warga warga Plantaran Kaliwungu Kendal itu melaju dari arah barat (Semarang) menuju Solo. itu, akibat rem blong kemudian menabrak bangunan bagian depan Puskesmas Mojosongo, sekitar pukul 07.40 WIB, sehingga seluruh kegiatan pelayanan kesehatan dihentikan.

Menurut Kepala Puskesmas Mojosongo, dokter Nur Indah Eko Wati akibat kejadian kecelakaan truk trailer yang menyebabkan anak salah satu bidan Puskesmas Mojosongo menjadi korban hingga meninggal dunia, dan pelayanan kesehatan langsung dihentikan.

"Kami sementara menutup pelayanan, Kamis ini, dan tidak melayani masyarakat karena sejumlah bangunan Puskesmas rusak akibat ditabrak truk itu," ucap Nur Indah.

Dia mengatakan dampak kecelakaan truk tersebut juga menyebabkan bangunan ruang medis Puskesmas rusak terutama bagian pojok, musala rusak berat, dan kanopi halaman parkir roboh.

"Kondisi Puskesmas, saat kejadian sudah ada pasien yang mengantre. Bahkan, masyarakat yang periksa saat itu, sekitar 15 hingga 20 orang," ujarnya.

Namun, kata dia, sebuah truk trailer tiba-tiba masuk halaman Puskesmas, dan menabrak bangunan pagar kemudian musala, serta bagian lainnya. Suara benturan truk terdengan keras dan mengagetkan sejumlah karyawan dan masyarakat yang sedang antre.

Masyarakat yang sudah masuk ke ruang pemeriksaan medis akibat kejadian tersebut tetap dilayani, sedangkan yang masih antrean terpaksa dihentikan karena kecelakaan itu.

Bahkan, Camat Mojosongo juga telah mengumumkan soal penutupan pelayanan sementara Puskesmas tersebut kepada masyarakat, dan belum tahu hingga kapan pelayanan kesehatan mulai dibuka.

Masyarakat yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan diarahkan mendatangi Puskesmas terdekat lainnya seperti Boyolali I atau di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang ada di desa-desa.

Sebelumnya, sebuah truk trailer nomor polisi H-1975-BH mengalami kecelakaan setelah remnya blong masuk halaman parkir di Puskesmas Mojosongo Kabupaten Boyolali, Kamis pagi, mengakibatkan satu korban tewas di lokasi kejadian.

Korban tewas mengendarai sepeda motor saat kejadian sedang berada di halaman parkir Puskesmas Mojosongo Boyolali yakni, Irza Laila Nur Trisna Winandi (21) warga Perum Bumi Singkil Permai Permata II Karanggenang Boyolali.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Boyolali AKP Febriani Aer peristiwa kecelakaan truk kontainer yang memuat kapas 28 ton tersebut terjadi di jalan Semarang-Solo tepatnya di pertigaan Wika atau Puskemas Mojosongo Boyolali, sekitar pukul 07.40 WIB.

Menurut Kasat Lantas kejadian tersebut karena truk trailer yang dikemudikan oleh Solcan (38) warga Plantaran Kaliwungu Kendal itu, mengalami rem blong. Sopir sudah diamankan dan diperiksa oleh polisi di Kantor Satlantas Boyolali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boyolali

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top