Ganjar Minta Kota Lama Semarang Bebas Kendaraan

Ganjar membayangkan, Kawasan Kota Lama benar-benar menjadi 'kota lama' yang nyaman dan mengesankan.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  19:45 WIB
Ganjar Minta Kota Lama Semarang Bebas Kendaraan
Sejumlah warga menikmati kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (4/8/2019). Kota Lama yang memiliki luas sekitar 31 hektare adalah suatu kawasan di Semarang yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20 yang pada masa itu untuk mengamankan warga dan wilayahnya, sehingg kawasan itu dibangun benteng yang dinamai benteng Vijhoek. - Antara/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, SEMARANG — Perjalanan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke Rusia beberapa hari lalu membawa catatan dan harapan untuk merubah Kawasan Kota Lama Semarang menjadi seperti gambaran denyut keseharian Kota Lama Arbat di Moskwa, Rusia.

Arbat, dengan bangunan gedung-gedung lama yang eksotik, juga setting sejarah di sepanjang jalan dan lingkungannya, menjadi cermin keberhasilan manajemen kota untuk dijadikan ikon yang menjual, mendatangkan kesejahteraan bagi warga dan barang tentu pendapatan bagi pemerintah kota. Arbat pun menjadi titik yang 'wajib' dikunjungi wisatawan ke Rusia.

Ganjar membayangkan, Kawasan Kota Lama benar-benar menjadi 'kota lama' yang nyaman dan mengesankan. Hanya sepeda onthel yang diizinkan menjadi transportasi untuk berlalu lalang dari satu spot ke spot yang lain. Kendaraan bermotor harus parkir di tempat yang khusus disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

"Belajar dari Rusia, Kota Lama akan lebih cantik ketika semua bebas dari kendaraan, gedung-gedung hidup. Menjadi tempat kreativitas. Car free day zone setiap hari. Parkiran disiapkan. Polusi dihilangkan," kata Ganjar, Senin (12/8/2019).

Dalam kunjungannya, Ganjar juga mengaku terpukau dengan sungai yang mengelilingi kota tua di sana. Di salah satu sudut, Ganjar pun melihat ada jembatan kecil yang bisa dibuka tutup. Ganjar pun mengusulkan Jembatan Berok bisa dibuka tutup kembali seperti dahulu dan Kali Semarang bisa dilalui perahu-perahu untuk berwisata di Kawasan Kota Lama.

Ganjar berharap, Arbat bisa menjadi cermin bagi pengelolaan Kota Lama Semarang, yang sekarang mulai tertata dan dikembangkan. Kuncinya seperti yang diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hanya satu, kesungguhan menjadikannya sebagai kawasan wisata konservasi unggulan dengan segala detail pernak-perniknya. Kota Lama bisa diorientasikan sebagai ekapresi eksotisitas sejarah yang dikemas secara gaul dan menjadi 'jalan seni'.

Dari sisi fasilitas dan perawatan, pengunjung diajak menjadi nyaman dan menikmati. Sementara itu, warga Semarang didorong menangguk manfaat kesejahteraan, dan pemerintah kota menyerap maksimal pendapatan asli daerah.

"Festival Kota Lama yang akan berlangsung 12-22 September 2019 saya kira sudah oke, tinggal jalan dan menjadi pemantik Kota Lama lebih berkembang. Tapi saya minta juga menggandeng partner lokal, termasuk artis lokalnya. Tambah lagi seni digital, video mapping, itu akan membuat suasana lebih baru," tandasnya.

Sementara itu dalam paparannya, Ketua Panitia Festival Kota Lama 2019 Yeru Salimianto didampingi Managing Director FKL Damar Hatmadi menjelaskan, kegiatan yang akan berlangsung di Eks Marabunta, Gedung Marabunta, Taman Kota Lama dengan Pasar Sentilin, pameran, dance festival, street art, musik, parade, workshop, jelajah Kota Lama dengan tema besar Kuno Kini Nanti. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semarang

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top