Hai Pengembang, Siapa Minat Lahan KAI 252 Hektare?

PT Kereta Api (Persero) menawarkan aset lahannya seluas 252,47 hektare (ha) untuk dikembangkan menjadi proyek properti bersama pihak mitra.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:17 WIB
Hai Pengembang, Siapa Minat Lahan KAI 252 Hektare?
Ilustrasi jalur jalur kereta api yang sudah lama tertimbun. - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, SEMARANG—PT Kereta Api (Persero) menawarkan aset lahannya seluas 252,47 hektare (ha) untuk dikembangkan menjadi proyek properti bersama pihak mitra.

Corporate Deputy Director of Assets Development KAI Suharjono mengungkapkan, perusahaan memiliki sejumlah aset lahan di Jawa dan Sumatera seluas 33.201 ha, dengan kondisi 12.571 ha bersetifikat dan sudah jelas, sedangkan 20.629,9 ha belum bersertifikat.

Dari bank tanah yang sudah bersertifikat, lahan yang potensial untuk dikembangkan proyek properti mencapai 252,47 ha atau sekitar 280,5 kali lapangan sepak bola. Namun, tidak menutup kemungkinan luasan lahan potensial tersebut bertambah.  

“Lahan potensial yang kami buka untuk kerja sama dengan mitra mencapai 252,47 ha. Ini kami buka seluas-luasnya bagi perusahaan swasta maupun BUMN untuk berkembang bersama,” tuturnya dalam acara paparan publik bertajuk Kerja Sama Optimalisasi Aset dan Angkutan Wilayah Jateng dan DIY di Semarang, Rabu (14/8/2019).

Khusus di wilayah Jateng dan DIY, aset KAI dikelola oleh 3 Daerah Operasi (Daop), yakni Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, dan Daop 6 Yogyakarta. Sebelumnya, KAI sudah bekerja sama pengembangan aset lahan di Jabodetabek.

Suharjono menuturkan, di Jabodetabek sudah ada 13 proyek kerjasama KAI dengan pihak mitra yang sedang berjalan. Di antaranya ialah mixed use development di Stasiun Tanjung Barat, Pondok Cina, dan Rawa Buntu dengan Perumnas.

KAI juga sudah melakukan MoU dengan PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) untuk pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Cilejit.

Menurutnya, keunggulan aset lahan KAI ialah lokasinya yang premium di pusat kota, berada di kawasan bisnis dan pergudangan, serta terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi. Sebagian lahan juga berada di kawasan pariwisata dan lokasi sejarah.

“Kami membuka peluang kepada mitra bisnis, terutama properti untuk bersama-sama optimalkan aset negara yang dikuasai KAI. Ini tentunya akan menguntungkan KAI dan pihak mitra,” imbuhnya.

Fokus Pengembangan
Suharjono mengungkapkan, di Daop 4 Semarang ada sekitar 14 lokasi yang potensial dikembangkan, mulai dari Semarang, Tegal, Pekalongan, hingga Kudus.

Di Daop 5 Purwokerto, ada sekitar 8 lokasi yang menarik di Purwokerto, Wonosobo, Cilacap, dan Bumiayu. Adapun di Daop 6 Yogyakarta, terdapat 8 titik lahan potensial di Magelang, Solo, Sragen, Yogyakarta.

Di Semarang, dua proyek yang menjadi fokus ialah kawasan Stasiun Tawang dan Poncol, yang terintegrasi dengan wisata Kota Lama. Di Tawang, KAI bahkan mengonsep pengembangan area kontainer dan pengangkutan logistic dari stasiun ke Pelabuhan Tanjung Emas.  

“Bentuk properti nantinya bisa bermacam-macam, hunian, mal, apartemen, tempat wisata, atau area pergudangan. Yang jelas untuk kawasan heritage kita tetap menjaga nilai otentiknya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt kai

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top