Stasiun Tawang Akan Miliki Air Mancur Menari Setinggi 100 Meter

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengembangkan Stasiun Tawang, Semarang, menjadi kawasan pariwisata. Salah satu infrastruktur yang akan dibuat ialah air mancur menari setinggi 100 meter lebih.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  08:07 WIB
Stasiun Tawang Akan Miliki Air Mancur Menari Setinggi 100 Meter
Pekerja PT KAI Daop 4 Semarang melakukan proses penggantian rel yang sudah korosi atau kerusakan logam yang diakibatkan oleh banjir rob, di Stasiun Tawang Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). - JIBI/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, SEMARANG—PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengembangkan Stasiun Tawang, Semarang, menjadi kawasan pariwisata. Salah satu infrastruktur yang akan dibuat ialah air mancur menari setinggi 100 meter lebih.

Kepala KAI Daerah Operasi 4 Semarang Huda Santoso menuturkan, kawasan Stasiun Tawang akan diarahkan ke pengembangan pariwisata, yang dilengkapi patung Bung Karno dan air mancur menari setinggi 100 meter.

Dengan demikian, lahan di lokasi itu berpotensi untuk pengembangan hotel, restoran, dan mal. Selain itu, KAI akan mengajak mitra mengembangkan fasilitas logistic container yang menghubungkan Tawang dengan Pelabuhan Tanjung Emas.

“Ke depannya Tawang tidak hanya menjadi stasiun, tetapi juga kawasan pariwisata dan bisnis. Harapannya pengunjung tidak hanya penumpang, tetapi bisa 2—3 kali lipat,” tuturnya, Rabu (14/8/2019).

Stasiun Poncol akan disulap menjadi Cinema City yang dilengkapi pusat makanan dan hiburan. Ke depannya, area stasiun bukan hanya untuk turun naik penumpang, tetapi juga hunian dan sarana rekreasi.

Huda berharap, pada tahun ini KAI dapat melakukan MoU dengan perusahaan mitra, sehingga pengembangan Stasiun Tawang dan Poncol dengan wajah baru dapat dimulai 2020. Proses konstruksi diperkirakan memakan waktu 2—3 tahun.

KAI memang sedang menawarkan aset lahannya seluas 252,47 hektare (ha) untuk dikembangkan menjadi proyek properti bersama pihak mitra. Di antaranya ialah sejumlah aset lahan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Corporate Deputy Director of Assets Development KAI Suharjono mengungkapkan, di Daop 4 Semarang ada sekitar 14 lokasi yang potensial dikembangkan, mulai dari Semarang, Tegal, Pekalongan, hingga Kudus.

Di Daop 5 Purwokerto, ada sekitar 8 lokasi yang menarik di Purwokerto, Wonosobo, Cilacap, dan Bumiayu. Adapun di Daop 6 Yogyakarta, terdapat 8 titik lahan potensial di Magelang, Solo, Sragen, Yogyakarta.

Di Semarang, dua proyek yang menjadi fokus ialah kawasan Stasiun Tawang dan Poncol, yang terintegrasi dengan wisata Kota Lama. Di Tawang, KAI bahkan mengonsep pengembangan area kontainer dan pengangkutan logistik dari stasiun ke Pelabuhan Tanjung Emas.  

“Bentuk properti nantinya bisa bermacam-macam, hunian, mal, apartemen, tempat wisata, atau area pergudangan. Yang jelas untuk kawasan heritage kita tetap menjaga nilai otentiknya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top