Sido Muncul (SIDO) Siap Bikin Produk Baru, Apa Saja?

Untuk meningkatkan kinerja, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berupaya membuat sejumlah produk baru.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  08:14 WIB
Sido Muncul (SIDO) Siap Bikin Produk Baru, Apa Saja?
Pameran produk bahan baku industri farmasi, pangan fungsional, serta produk nutrisi dan kesehatan pada CPhI South East Asia dan Hi South East Asia 2017 di Jakarta, Rabu (22/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, SEMARANG—Untuk meningkatkan kinerja, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) berupaya membuat sejumlah produk baru.

Kepala Bagian Humas Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Bambang Supartoko menyampaikan, dalam diversifikasi produk perusahaan mulai memproduksi Tolak Angin dalam kemasan soft gel. Selama ini, gel lunak lebih banyak digunakan untuk produk minyak ikan.

“Produksi sudah kita mulai, cuma belum banyak. Nanti secara bertahap mengikuti distribusi,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (15/8/2019).

SIDO juga berencana meluncurkan produk minuman kesehatan dalam kemasan. Saat ini pengembangan produk masih dalam tahap percobaan.

Sebelumnya Sido Muncul sudah membuat produk minuman botolan Kuku Bima Ener-G. Harapannya minuman kesehatan juga dapat dipasarkan ke pasar ritel, seeperti produk sebelumnya.

Perusahaan membukukan pendapatan Rp1,41 triliun, tumbuh 10,67% year on year (yoy) dari semester I/2018 senilai Rp1,27 triliun. Ada tiga segmen yang mendorong pendapatan tersebut.

Segmen pertama, yakni herbal dan suplemen, yang menjadi bisnis utama dan berkontribusi 67% terhadap total pendapatan. Selanjutnya, segmen makanan dan minuman berkontribusi 29%, dan segmen farmasi menyumbang 4%.

Pada akhir 2018, perusahaan juga sudah menyelesaikan COD II berkapasitas 180 juta saset per bulan. Tingkat pemanfaatan atau utilisasinya kini berkisar 55%-60%. Adanya pabrik baru turut mendorong upaya SIDO memperluas pasar hingga luar negeri

Fasilitas tersebut akan melengkapi pabrik sebelumnya Cairan Obat Dalam (COD) I berkapasitas produksi 80 juta saset per bulan

Menurut Bambang, tantangan utama bisnis jamu herbal ialah memastikan mutu bahan baku. Persoalan umur tanaman, lokasi, pengelolaan pasca panen, dan hal teknis lainnya akan memengaruhi kualitas bahan.

Oleh karena itu, SIDO melakukan pembinaan ke petani di sentra-sentra produksi. Di dalam pabrik, pengelolaan kualitas dilakukan melalui laboratorium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sido muncul

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top