Harapan Rektor UNS kepada Wimboh sebagai Guru Besar

UNS berharap Wimboh Santoso sebagai guru besar dapat berkontribusi terhadap riset, publikasi ilmiah, dan pendidikan di kampus yang lebih relevan ke depannya.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  15:45 WIB
Harapan Rektor UNS kepada Wimboh sebagai Guru Besar
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan pidato pengukuhan pada acara Sidang Senat Terbuka di Auditorium UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (26/8/2019). Wimboh Santoso dikukuhkan sebagai Guru Besar tidak tetap bidang ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SOLO— Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Senin (26/8/2019) dikukuhkan sebagai Guru Besar tidak tetap bidang ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Dalam acara pengukuhan, Wimboh menyampaikan pidato berjudul “Revolusi Digital: New Paradigm di Bidang Ekonomi dan Keuangan. Lulusan UNS tahun 1983 uni menjelaskan gambaran perlunya pendekatan baru dalam melihat proyeksi ekonomi di era kemajuan teknologi yang sangat pesat.

Rektor UNS Jamal Wiwoho dalam sambutannya menyampaikan, istilah disrupsi, era 4.0, Internet of Think (IoT), telah menjadi pembahasan sehari-hari terkait pengembangan teknologi digital. Hal ini berimbas ke tatanan sosial, dan juga ekonomi.

Kampus harus mulai jeli dan cermat melihat model ini, dimana ekonomi berjalan secara bersama-sama atau economics sharing. Teori-teori ekonomi baru juga dapat tercipta dari kampus untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dan melakukan proyeksi untuk kejadian berikutnya.

“Kata kunci memenangkan kompetisi di era wikinomics adalah kemampuan memprediksi. Kemana arah disrupsi bergerak? dan antisipasi serta peluang apa yang bisa kita ciptakan,” paparnya, Senin (26/8/2019).

Dengan pertimbangan  itulah, UNS sepakat mengukuhkan Wimboh sebagai guru besar tidak tetap di bidang Ilmu Manajemen Risiko pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).  Harapannya, Wimboh dapat berkontribusi terhadap riset, publikasi ilmiah, dan pendidikan di kampus yang lebih relevan ke depannya.

Saat ini, UNS juga dinobatkan sebagai universitas terbaik  ketujuh se-Indonesaia. Kehadiran Wimboh sebagai professor dan guru besar tentunya memberikan dampak yang operasional dan strategis dalam memberi solusi terkait problem ekonomi Indonesia.

“Pak Wimboh menjadi guru besar tidak tetap pertama di FEB, dan juga yang pertama di UNS,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ojk, uns, uns

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top