Sejumlah Warga di Soloraya Mulai Terima Smart SIM

Material Smart SIM yang telah dilaunching pada 22 September di Jakarta sudah tersedia di Kantor Satpas Satlantas Polresta Solo.
Ichsan Kholif Rahman
Ichsan Kholif Rahman - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  09:14 WIB
Sejumlah Warga di Soloraya Mulai Terima Smart SIM
Warga memperlihatkan SMART SIM. - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, SOLO — Material Smart SIM yang telah diluncurkan pada 22 September di Jakarta sudah tersedia di Kantor Satpas Satlantas Polresta Solo.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya, Senin (30/9/2019) mengatakan saat ini masyarakat sudah dapat menukar surat keterangan yang diterima sebelumnya di Kantor Satpas setelah persedian material SIM mengalami keterbatasan.

Menurutnya, Satlantas telah menerima kiriman material sebanyak tiga kali, setiap pengiriman pihaknya menerima sebanyak 3.000 keping material SIM.

“Kami sempat utang kepada masyarakat sebanyak 6.000 SIM saat ini sudah tercetak dan kami telah menyerahkannya kepada masyarakat sebanyak 4.000 SIM, sisanya masyarakat silakan mengambil di Kantor Satpas Satlantas. Tidak hanya dari dalam Kota Solo saja, masyarakat luar Kota Solo juga sudah kami hubungi untuk segera mengambil Smart SIM,” ujarnya mewakili Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai.

Ia menambahkan Smart SIM terpasang sebuah chip yang berisi identitas pemilik seperti e-KTP. Smart SIM berfungsi seperti e-money dapat digunakan untuk membayar pintu masuk tol, pembayaran, termasuk pembayaran denda tilang. Menurutnya, Smart SIM juga memiliki rekam jejak pemilik SIM seperti mencatat pelanggaran maupun kecelakaan.

Menurutnya, SIM model lama masih tetap berlaku sehingga masyarakat tidak usah khawatir atau terburu-buru menukarnya dengan Smart SIM.

Berdasarkan pantauan JIBI di lokasi, pemohon Smart SIM mencapai puluhan orang. Antrian pun meluber hingga ke luar ruang pencetakan SIM.

Salah seorang warga, Solo Baru, Sukoharjo, Ayu Wulandari, 29, mengatakan sudah mengantre sejak pukul 09.00 WIB lalu sekitar pukul 10.30 WIB ia memperoleh Smart SIM itu. Ia mengajukan permohonan SIM pada awal September lalu. Namun, karena material SIM habis ia menerima surat keterangan SIM sementara.

“Kemarin saya dihubungi Satlantas Polresta Solo untuk segera mengambil SIM baru. Saya tahu kalau akan menerima Smart SIM dari media sosial,” ujarnya.

Sebagai informasi, mengenai Smart SIM tersebut berukuran 86 milimeter x 53,98 milimeter (mm). Tidak terdapat perbedaan mencolok pada penulisan identitas bagian depan SIM yakni tetap terdapat nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, dan pekerjaan, dan foto pemilik SIM.

SIM model baru bewarna merah dan putih. Pada bagian atas SIM bertuliskan Indonesia dan Driving License lalu bagian bawah SIM tertulis masa berlaku lima tahunan SIM dengan foto berukuran lebih kecil dibandingkan foto utama. Pada bagian belakang SIM terdapat gambar bendera merah putih memanjang yang ditengahnya terdapat hologram logo Polri berukuran 26 mm.

Pada gambar bendera merah putih terdapat tulisan kecil “SIM” yang berulang-ulang dan memanjang. Bagian belakang SIM tertulis larangan pemalsuan SIM, lalu informasi mengenai catatan jumlah pelanggaran yang digunakan sebagai penyimpanan data kepolisian dengan bobot pelanggaran ringan sejumlah satu poin, sedang tiga poin, dan berat lima poin.

Apabila pemilik SIM tercatat melebihi 12 poin maka SIM dapat dicabut sementara atau dilakukan pengujian ulang pada saat perpanjangan SIM sesuai peraturan. Sementara itu, saldo dapat diisi seperti e-money yakni melalui mini market atau ATM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, sim

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top