PLN Beli Listrik dari PLTSa di Jatibarang, Semarang

PLN (Persero) menekn kerja sama selama 8 tahun dengan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera untuk membeli listrik yang dihasilkan PLTSa di TPA sampah di Jatibarang, Kota Semarang.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  18:46 WIB
PLN Beli Listrik dari PLTSa di Jatibarang, Semarang
Suasana di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SEMARANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DI Yogyakarta menandatangani kerja sama selama 8 tahun dengan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera untuk membeli listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Jatibarang, Kota Semarang.

Dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Jumat (4/10/2019) tersebut, PLN membeli listrik dengan harga Rp 1.119 per Kwh dan akan didistribusikan untuk 800 hingga 1.000 warga sekitar dengan radius hingga 1,5 km.

Pendistribusian tersebut rencananya dilakukan setelah komisioning, yaitu 40 hari setelah perjanjian ini ditandatangani.

General Manager PLN Distribusi Jateng & DIY Agung Nugraha menjelaskan dalam perjanjian selama 8 tahun ini, pihaknya sudah melakukan perhitungan teknis. Jika nantinya titik yang dimaksud masih menghasilkan, akan dilanjutkan.

"Namun, jika sudah berkurang, kami akan berpindah ke titik lain. TPA Jatibarang luasnya 57 hektare. Sedangkan selama 8 tahun ini, kami memerlukan sekitar 9 hektare," kata dia.

Agung menjamin kualitas distribusi listrik yang berasal dari PLTSa tidak akan berbeda dengan lainnya. Tarif yang dikenakan untuk pengguna juga menggunakan tarif dasar listrik (TDL) nasional.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan kegembiraannya sampah yang selama ini menjadi masalah kota bisa dimanfaatkan menjadi energi sekaligus diolah.

Hendi, panggilan akrab Hendrar, mengatakan warga Kota Semarang berjumlah sektar 1,7 juta. Sampah yang dihasilkan setiap hari adalah sekitar 1,2 ton.

Dia menjelaskan sistem kerja PLTSa ini adalah sampah yang ada di TPA akan menghasilkan gas, kemudian diubah menjadi energi yang nantinya didistribusikan oleh PLN.

"PLN mau kulakan energi dari sampah dengan harga Rp1.119 per Kwh. Padahal harga ini lebih mahal daripada jika membeli dari PLTU dan lainnya. Kami merasa bangga," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, sampah

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top