Okupansi Hotel di Semarang Diprediksi Capai 85 Persen

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah memprediksi okupansi atau tingkat keterisian hotel di Semarang pada kuartal IV/2019 berpotensi mencapai 85 persen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  19:05 WIB
Okupansi Hotel di Semarang Diprediksi Capai 85 Persen
Hotel Aston di Semarang - agoda

Bisnis.com, SEMARANG—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah memprediksi okupansi atau tingkat keterisian hotel di Semarang pada kuartal IV/2019 berpotensi mencapai 85 persen.

Wakil Ketua PHRI Jateng Bambang Mintosih menyampaikan, pada kuartal IV/2019 umumnya okupansi hotel mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Di Semarang, tingkat keterisian hotel dapat mencapai rata-rata 85%.

“Kalau kita lihat, Oktober 2019 [okupansi hotel di Semarang] mulai terasa peningkatan dibandingkan September 2019. Puncaknya ada pada Desember, okupansi bisa di atas 90%. Jadi kemungkinan rata-rata okupansi 85% pada kuartal IV/2019,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (7/10/2019).

Menurut Bambang, peningkatan okupansi hotel pada kuartal IV/2019 didorong oleh pelaksanaan sejumlah acara pemerintahan, termasuk dari kementerian dan instansi pemerintah pusat lainnya.

Aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, tidak hanya mendongkrak okupansi, tetapi juga Rata-rata Lama Menginap (RLM).

Efek gelaran MICE memberikan daya ungkit omzet bagi pelaku usaha perhotelan hingga 5—6 kali dibandingkan pendapatan dari hanya tamu menginap. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan Kota Semarang, mulai dari Pemkot, pelaku usaha wisata, PHRI, hingga masyarakat, perlu mendorong penyelenggaraan acara besar di Kota Lumpia ini.

Sebelumnya pada bulan ketujuh 2019, industri perhotelan Semarang menerima “durian runtuh” dari penyelenggaraan rapat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada 2—5 Juli 2019 dan Asean School Games (ASG) pada 17—25 Juli 2019.

Bambang menuturukan saat penyelanggaraan rapat Apeksi, tingkat okupansi hotel di Semarang melampaui 95%. Dari sekitar 5.600 kamar yang tersedia, 5.400 kamar mendapatkan pesanan.

“Semarang butuh agenda besar untuk menarik okupansi, termasuk dari kegiatan MICE. Ini yang perlu kita promosikan, bahwa Semarang mampu untuk penyelenggaraan event skala nasional dan internasional,” imbuhnya.

Salah satu peluang MICE dalam jumlah besar ialah rapat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Kongres tersebut berencana digelar pada November 2019.

Di samping membuat acara dan menawarkan agenda skala besar, faktor lain yang dapat mendongkrak okupansi hotel ialah peningkatan penerbangan langsung dari kota atau negara lain, serta menggencarkan promo pariwisata.

“Ini perlu kerja sama semua pihak untuk semakin mempromosikan pariwisata Semarang. Apalagi untuk acara akhir tahun, Semarang menjadi salah satu kota pilihan berwisata,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top