Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jawa Tengah Dalami Pemicu Pencemaran Bengawan Solo

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menurunkan tim untuk mengatasi pencemaran air tersebut.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 02 November 2019  |  04:51 WIB
Kegiatan susur sungai Bengawan Solo. - Antara/Mohammad Ayudha
Kegiatan susur sungai Bengawan Solo. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SEMARANG - Aliran sungai Bengawan Solo kembali tercemar limbah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menurunkan tim untuk mengatasi pencemaran air tersebut. Pihak yang terlibat terkait pencemaran tersebut juga sudah diperintahkan untuk dipanggil.

"Pencemaran di Bengawan Solo ini tim kami sudah turun. Kita sekarang mencoba memformulasikan. Pencemaran sudah luar biasa. Ya Bengawan solo dan sekarang ramai lagi PT RUM. Kita minta untuk dipanggil," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Jumat (1/11/2019).

Pemanggilan tersebut untuk menemukan formula penanganan limbah yang saling menguntungkan, baik untuk masyarakat maupun perusahaan. Salah satu hal yang dinilai bisa menjadi solusi adalah pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

"Kita kerja terus. Kita dorong agar industri berjalan dan orang tidak marah-marah. Membuat IPAL Komunal agar kemudian bisa digunakan. Teknologi ini tidak bisa rendah, harus teknologi tinggi," katanya.

Menurut Ganjar, pengolahan limbah ini harus dilakukan secara massal. Hal itu mengacu pada kondisi sekarang dengan tata ruang makin sempit serta kebutuhan dan ekspektasi masyarakat tinggi.

"Satu per satu sudah ditemukan sampai perusahaannya. Kalau nanti kita tidak bisa ngomong baik-baik maka kita masuk ranah penindakan hukum. Prinsip dalam undang-undang lingkungan hidup itu pencemar mengganti, pencemar membayar," tegasnya.

Untuk diketahui, aliran sungai Bengawan Solo kembali tercemar limbah. Pencemaran kali ini mengakibatkan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) Periksa Air Minum Toya Wening Surakarta tidak dapat beroperasi. Tiga IPA tersebut berada di Kelurahan Semanggi, Jurug, dan Jebres. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top