Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siswa Taksir Guru, Tusuk Ulu Hati Pujaan, Ternyata Pasien RS Jiwa

Terduga pelaku CB sedang dalam perawatan dan rutin mengonsumsi obat dari RS Jiwa Grhasia.
Lajeng Padmaratri & Ujang Hasanuddin
Lajeng Padmaratri & Ujang Hasanuddin - Bisnis.com 22 November 2019  |  10:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, KULON PROGO - Kepala salah satu sekolah menengah atas di Lendah, Didik Asmiarto mengonfirmasi kasus penusukan yang menimpa pegawainya dan diduga dilakukan oleh siswanya sendiri.

Didik bahkan mengungkap bahwa terduga pelaku CB sedang dalam perawatan dan rutin mengonsumsi obat dari RS Jiwa Grhasia.

"Menurut orangtuanya, CB itu masih dalam perawatan rumah sakit, jadi minum obat rutin dari Ghrasia," kata Didik pada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) ketika ditemui di ruangannya, Kamis (21/11/2019).

Sepengetahuan dirinya, CB sudah mengonsumsi obat dari RSJ Grhasia sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Meski begitu, Didik tak mengetahui pasti apa diagnosa dokter pada terduga pelaku.

Sementara itu, korban berinisial WPA merupakan guru honorer di sekolah tersebut sejak Juli lalu. "Baru masuk sini Juli kemarin, tapi induknya di salah satu SMK di Sewon, Bantul," kata Didik.

Dikatakannya, jawatannya kekurangan guru sejarah sehingga W ia minta mengajar Pendidikan Sejarah di sekolahnya untuk kelas X. "W tidak mengajar CB, karena CB kelas XI," ujarnya.

Menurut Didik, korban dan terduga pelaku jarang berinteraksi di sekolah, terlebih karena keduanya tidak tergabung dalam jadwal belajar-mengajar yang sama. Namun, karena senang mengikuti pentas menari di berbagai daerah, CB jadi mengetahui kediaman korban.

"Tahu rumahnya W itu karena sering pentas di daerah rumahnya W. Mungkin ikut kelompok kesenian di desanya atau bagaimana," kata Didik.

Kegemaran CB dengan menari sering ia salurkan dalam pentas menari di sekolah. "CB di sekolah nggak bagaimana-bagaimana, aktif. Kemarin ikut Pentas Sendratari Ramayana," ucapnya.

Walau begitu, Didik menaruh perhatian pada CB karena anak didiknya itu kerap tidak masuk sekolah. "Sempat juga oleh orangtuanya diantar jemput sekolah, karena pernah tidak sampai ke sekolah walaupun sudah pamit," ungkapnya. Untuk itu, pihaknya juga pernah melakukan home visit ke kediaman terduga pelaku dan diketahui bahwa dirinya masih dalam perawatan RSJ Grhasia.

Hingga kini, sekolah menyerahkan sepenuhnya proses di Polres Bantul. "Masih kita tunggu hasil dari sana bagaimana," katanya.

Menanggapi kasus ini, Kepala Balai Pendidikan Menengah Kulonprogo Henry Tatik Widayati juga belum memutuskan apakah akan memberikan sanksi pada terduga pelaku. "Karena sudah ditangani kepolisian, menunggu proses itu dulu," katanya.

Sudah Direncanakan

Kasus pembacokan yang dilakukan CB, 16, warga Kulonprogo terhadap gurunya Wening Pamuji Asih, 35 yang awalnya ditangani Polsek Srandakan dilimpahkan ke Polres Bantul bagian Unit Perlindunan Anak (UPPA).

"Karena tersangka masih dibawah umur, usianya 16 tahun jadi penanganan oleh UPPA Polres Bantul," kata Kapolsek Srandakan, Komisaris Polisi Muryanto, Kamis (21/11/2019).

Tersangka CB merupakan kelas II (XI) di salah satu SMA di Kulonprogo, tempat korban mengajar.

Muryanto mengatakan tersangka sudah menyiapkan pisau dari rumah yang digunakan untuk menusuk korban. CB datang ke rumah korban dengan mengendarai sepeda motor. Sampai rumah korban, tersangka masuk melalui pintu belakang dan langsung menyerang korban.

"Saat diserang, korban dalam posisi tidur," kata Muryanto. Korban ditusuk dibagian ulu hati hingga pisau yang digunakan bengkok.

Menurut Musyanto, luka yang dialami korban cukup serius sehingga harus dirujuk ke RSUP dr. Sardjito. Pihaknya belum bisa menggali keterangan dari korban karena korban belum bisa diajak komunikasi.

Usai melakukan aksinya pelaku meninggalkan pisau dan telepon selular di lokasi kejadian, kemudian pulang meningalkan lokasi. Tidak lama setelah kejadian polisi menjemput tersangka.

Dari keterangan tersangka sementara, kata Muryanto, tersangka hanya berniat untuk melukai karena merasa sakit hati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unik kriminalitas

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top