Pertamina Dukung Konversi BBM ke LPG bagi Nelayan di Semarang

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan konversi mesin kapal nelayan yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas menggunakan Liquified Petroleum Gas atau  LPG.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  10:45 WIB
Pertamina Dukung Konversi BBM ke LPG bagi Nelayan di Semarang
Suasana pembagian paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) menggunakan Liquified Petroleum Gas atau LPG di Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang pada Senin (2/12 - 2019) oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Bisnis.com, SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan konversi mesin kapal nelayan yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas menggunakan Liquified Petroleum Gas atau  LPG.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong konversi BBM ke LPG yang dilakukan melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Sebanyak 556 paket konversi dibagikan kepada nelayan pada kegiatan yang dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang pada Senin (2/12/2019) yang dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Iwan Prasetya Adhi, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang, Kistiyono dan Sales Branch Manager Pertamina MOR IV wilayah Kota dan Kabupaten Semarang, Alam Kanda.

Menurut Alam, sebagai lembaga penyalur BBM dan LPG, Pertamina akan mengoptimalkan penugasan dari pemerintah terkait konversi BBM ke BBG dengan menggunakan LPG 3 kg bersubsidi bagi nelayan.

“Nelayan kecil yang menggunakan mesin tempel berbahan bakar minyak menjadi prioritas kami dalam upaya konversi ke bahan bakar gas menggunakan LPG 3 kg bersubsidi. Paket yang diberikan terdiri dari mesin penggerak, konventer kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung LPG 3 Kg serta aksesoris pendukung lainnya seperti reducer, regulator, mixer, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Program ini merupakan amanat Peraturan Presiden No. 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Dijumpai di tempat terpisah, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, mengatakan bahwa Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senantiasa akan mendukung secara penuh optimalisasi penyaluran LPG 3 kg bersubsidi melalui program konversi ini.

“Sebelumnya, pada tanggal 23 hingga 25 November 2019 yang lalu kami telah melakukan program yang sama bersama kementerian ESDM dan Dinas Kelautan Perikanan Demak membagikan 206 paket konversi BBM ke BBG di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak”, ungkap Anna.

Ia menambahkan, selain untuk nelayan kecil, pemerintah bersama Pertamina juga menyalurkan dan membagikan paket konversi BBM ke BBG ini untuk petani salah satunya yang telah terlaksana yaitu di Kanupaten Sragen pada 16 November 2019.

 “Dengan program konversi tersebut, diharapkan para petani dan nelayan kecil mendapatkan nilai ekonomi yang lebih dari hasil bertani dan melaut dikarenakan adanya penghematan penggunaan bahan bakar. Selain itu, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi pun menjadi tepat sasaran dan nilai tambah lainnya, yaitu mengurangi emisi gas buang yang dapat menurunkan tingkat pencemaran lingkungan," ujarnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Pertamina (Persero) akan terus memenuhi kebutuhan BBM dan LPG di masyarakat. Jika ada konsumen yang membutuhkan informasi atau memberikan masukan dan saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui website www.pertamina.com.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, konversi bbm ke bbg

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top