Bank Indonesia Perwakilan Jateng Gelar Acara Donor Darah

Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah bersama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Semarang-Jateng, menggelar acara donor darah pada Rabu (4/12/2019), dengan target menampung 300 kantong darah.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  12:13 WIB
Bank Indonesia Perwakilan Jateng Gelar Acara Donor Darah
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jawa Tengah Soekowardojo (keempat dari kiri) berfoto bersama panitia dan pendonor di sela acara donor darah yang dilakukan di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Rabu (4/12 - 2019).

Bisnis.com, SEMARANG — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Semarang-Jateng, menggelar acara donor darah pada Rabu (4/12/2019), dengan target menampung 300 kantong darah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Soekowardojo menyampaikan setiap tahun BI Jateng bersama dengan BMPD Semarang—Jateng rutin melaksanakan kegiatan donor darah. Tujuannya adalah berkontribusi terhadap persediaan kantong darah khususnya di wilayah Semarang.

Selain itu, kegiatan donor darah menjadi ajang silaturahmi antar pegawai perbankan. Dalam operasionalnya, pihak panitia bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Acara donor darah kita lakukan rutin setahun sekali. Harapannya hari ini kita bisa menghasilkan 300 kantong darah, untuk membantu di wilayah Semarang khususnya,” tuturnya kepada Bisnis, Rabu (4/12/2019).

Soekowardojo menuturkan sebetulnya masih banyak entitas BI Jateng dan perbankan yang ingin bergabung mendonorkan darah. Namun, karena keterbatasan tenaga medis, kantong darah yang disiapkan sekitar 300 buah.

Oleh karena itu, ke depannya dia berencana membuat acara donor darah BI Jateng dan BMPD dilakukan minimal 2 kali setahun. Sebetulnya, beberapa bank sudah membuat acara donor darah secara mandiri, sehingga bisa saja agenda individu itu disatukan agar lebih guyub di antara anggota BMPD.

“Ke depan kami akan coba selenggarakan setahun minimal 2 kali. Bank-bank sebetulnya sudah melakukan, itu bisa satukan, agar dampaknya lebih besar,” imbuhnya.

Menurut Soekowardojo kegiatan donor darah penting untuk dilakukan karena selisih antara kebutuhan dan permintaan darah secara nasional mencapai 1 juta kantong. Artinya, kegiatan donor darah diharapkan memperkecil gap tersebut.

Dia menyampaikan selama ini kerap timbul pertanyaan di masayarakat, mengapa darah diambil secara gratis dari pendonor, tetapi pasien yang membutuhkan harus membayar. Hal itu disebabkan proses pengambilan darah tidak sepenuhnya gratis atau membutuhkan biaya.

Sebagai contoh, komponen kantong darah, jarum suntik, selang, dan peralatan medis lainnya membutuhkan biaya. Termasuk alat pendingin untuk menjaga kualitas darah dalam jangka panjang.

“Di sisi lain, ada juga tenaga medis. Jadi walaupun mendonorkan darah secara gratis, tetap ada komponen biaya yang menjadi beban,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top