Pilkada Solo 2020, Warga Ini Keberatan Pencalonan Gibran

Sejumlah warga tergabung Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyebutkan keberatan atas pencalonan Gibran Rakabuming Raka maju dalam Pilkada Kota Surakarta 2020.
Johan Syafaat Mahanani (tengah) selaku Ketua Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu ( PWSPP)saat memberikan keterangannya di Solo, Selasa./ANTARA-Bambang Dwi Marwoto
Johan Syafaat Mahanani (tengah) selaku Ketua Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu ( PWSPP)saat memberikan keterangannya di Solo, Selasa./ANTARA-Bambang Dwi Marwoto

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah warga tergabung Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyebutkan keberatan atas pencalonan Gibran Rakabuming Raka maju dalam Pilkada Kota Surakarta 2020.

"Kami mengajukan surat keberatan kepada partai politik atas pencalonan Gibran dalam Pilkada Kota Surakarta 2020," kata Johan Syafaat Mahanani selaku Ketua PWSPP, di Solo, Selasa.

Menurut Johan Syafaat pihaknya selaku warga Solo yang taat demokrasi memilih dan dipilih dalam Pilkada, Pileg, dan Pilpres, sebagai warga negara berdasarkan Pasal 28 Undang Undang Dasar 1945 atau persamaan kedudukan hukum dan pemerintahan, namun keberatan atas pencalonan Gibran dalam Pilkada Kota Surakarta 2020.

Dia mengatakan, berdasarkan pemberitaan media massa, Gibran akan mencalonkan sebagai Wali Kota Surakarta 2020. Atas dasar hak memilih dan dipilih, pihaknya menyatakan keberatan dengan alasan diduga Gibran tidak menggunakan hak pilihnya Pemilihan Wali Kota Surakarta 2015.

"Kami keberatan atas rencana Gibran yang hanya meminta hak dipilih, sementara dia tidak mau menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Surakarta 2015," katanya.

Pihaknya keberatan Gibran maju di Pilwakot Solo karena persoalan etika berpolitik. Dimana pada Pemilihan Wali Kota Surakarta 2015, yang bersangkutan tidak memberikan hak suaranya. Informasi yang didapat dia berada di luar Kota Solo.

Menurut dia, apabila orang yang tidak memilih (golput) diberikan kesempatan untuk memilih, maka bisa menjadi contoh generasi muda untuk bersikap egois hanya mementingkan kepentingan sendiri.

"Keberatan ini, sebagai bentuk pendidikan politik bagi masyarakat agar di kemudian hari orang yang tidak menggunakan hak memilih tidak menuntut haknya untuk dipilih," katanya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan kesempatan kepada Gibran untuk maju Pilkada Kota Surakarta dengan syarat maju di tahun 2025 dan pada tahun 2020 bersedia memilih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Akhirul Anwar
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper