Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Diminta Patroli Pantura, Jateng Siap Terjunkan Tim Jalan Cantik

Jalan di Pantai Utara wilayah Jawa Tengah sebagian mulai berlubang. Kondisi tersebut ditambah dengan tingginya curah hujan yang mempercepat tergerusnya aspal dan membuat genangan.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  19:15 WIB
Pekerja menyelesaikan perbaikan jalur pantura - ntara/Dedhez Anggara
Pekerja menyelesaikan perbaikan jalur pantura - ntara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, SEMARANG -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendesak Kemen PUPR untuk melakukan patroli jalan raya di jalur Pantura.

Jika diperlukan, pasukan Jalan Cantik dari Dinas Bina Marga Jateng juga siap terjun bareng. 

Jalan di Pantai Utara wilayah Jawa Tengah sebagian mulai berlubang. Kondisi tersebut ditambah dengan tingginya curah hujan yang mempercepat tergerusnya aspal dan membuat genangan. Untuk itu Ganjar mendesak agar kemenPUPR segera melakukan tindakan. 

"Musim hujan biasanya aspal ngelupas dan sebagainya harus ada patroli jalan," kata Ganjar Selasa (7/1/2020).

Pasukan Jalan Cantik yang dimiliki Dinas Bina Marga Jateng, kata Ganjar, juga siap diterjunkan apabila diperlukan. Terlebih selama ini jalinan kerja antara Dinas Bina Marga dengan kemenPUPR telah berjalan dengan sangat baik. 

"Nanti teman-teman bina marga kita rajin, sistem informasi jalan kita dengan aplikasi jalan cantik bisa membantu. Tapi yang sifatnya dibuat sistematis dan terencana, kemenPUPR  dan bina marga sudah menyiapkan," kata Ganjar. 

Namun secara garis besar Ganjar mengatakan pengerjaan jalur Pantura telah ada desain sistemnya. Bahkan meluas hingga jalur pantai selatan dan jalur tengah.

Ganjar mengatakan selama ini terus menjalin komunikasi dengan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

"Progresnya sudah sangat bagus. Pengerjaan ini berjalan terus menerus. Tidak ada yang didiamkan. Bahwa belum sampai atau belum selesai memang harus ditangani dengan cara darurat," katanya. 

Terlepas dari proses pengerjaan jalan itu, Ganjar juga mendesak para pemilik ataupun sopir truk agar membawa angkutan sesuai tonase yang telah ditentukan. Karena sumbangsih truk over capacity bagi jalan rusak juga sangat besar. 

"Pemilik dan supir truk yang melebihi tonase, tolong dong agar jalannya bisa awet dan selamat. Karena kalau kecelakaan lebih bahaya. Nanti biar Kemenhub mengatur over dimensi over load itu dikontrol betul. Jembatan timbang mesti mengontrol," kata Ganjar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng jalur pantura
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top