Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Virus Corona, Pemprov Jateng Awasi Ribuan TKA China

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pantauan terhadap tenaga kerja asing (TKA) asal China. Hal tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi persebaran novel CoronaVirus (nCoV), yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:28 WIB
Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Rosellasari saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi
Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Rosellasari saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan pantauan terhadap tenaga kerja asing (TKA) asal China. Hal tersebut, dilakukan untuk mengantisipasi persebaran novel CoronaVirus (nCoV), yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

Adapun, dari data Disnakertrans Jateng, di provinsi ini jumlah pekerja asing mencapai 16.398 orang. Dari total tersebut, pekerja asal China paling mendominasi dengan 33% atau 5.510 orang. Disusul pekerja asal Korea Selatan 2.288, kemudian Jepang 1.627 orang, Taiwan 1.474 orang, India 627 orang dan sisanya 4.872 orang berasal dari negara lain.

Dari data itu, sebanyak 1.982 orang tenaga kerja asing, hanya bekerja di Jateng. Sedangkan, sisanya adalah pekerja yang juga memiliki lokasi kerja di provinsi lain.

Kepala Disnakertrans Jateng Sakina Rosellasari menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan 157 pengawas untuk memantau pekerja asing. Selain itu, pengawasan juga dilakukan lintas instansi di tingkat kabupaten atau kota.

"Pengawasan akan terus dilakukan terutama TKA asal China yang bekerja di Jateng," katanya Rabu (5/2/2020).

Dia menuturkan, ribuan pekerja asing tersebar di beberapa kabupaten atau kota yang ada di Jawa Tengah. Di antaranya, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, Semarang dan Cilacap. Beberapa wilayah seperti Jepara dan Cilacap pun telah melakukan koordinasi terkait pemantauan pekerja asing.

"Kebanyakan pekerja asing asal China yang bekerja di Jateng merupakan tenaga ahli mesin untuk pabrik garmen. Dan beberapa pekerja asal sudah ada yang pulang," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus corona
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top