Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stok Bawang Putih di Jawa Tengah Masih Ada Empat Kontainer

Disperindag Jateng : 10 Februari lalu kami sidak ke sejumlah distributor, masih terdapat empat kontainer berisi masing-masing 29 ton.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  07:46 WIB
Ilustrasi. - Antara/Arnas Padda
Ilustrasi. - Antara/Arnas Padda

Bisnis.com, SEMARANG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Arif Sambodo menyatakan, stok bawang putih di Jawa Tengah masih di level aman. Harga bawang putih yang pada beberapa hari lalu sempat melonjak drastis, kini berangsur normal atau berkisar antara Rp45.000 - Rp50.000 per kilogram.

"Kenaikan harga bawang putih sebenarnya sudah dimulai sejak minggu ke 4 Desember 2019, dimana permintaan mengalami peningkatan dalam rangka perayaan Natal dan Tahun Baru. Kenaikan berikutnya dalam menghadapi Imlek, kemudian kenaikan terakhir terjadi di awal Februari 2020 dengan kenaikan hampir 100%, pemicunya adalah isu virus Corona," kata Arif Sambodo Rabu (12/2/2020).

Dijelaskan, harga komoditas ekspor itu sempat mengalami kenaikan harga hingga 100 persen dengan harga jual yang berbeda di tiap daerah. Kondisi tersebut disebabkan adanya keterlambatan distribusi akibat belum optimalnya kegiatan perdagangan di negara asal, karena warga China sedang libur perayaan Imlek. Selain itu karena sentimen negatif isu virus corona yang merebak di Negeri Tirai Bambu.

"Puncak kenaikan bawang putih pada 5-6 Februari kemarin. Sekarang harganya Rp 45.000 sampai Rp50.000 per kilogram. 10 Februari lalu kami sidak ke sejumlah distributor, masih terdapat empat kontainer berisi masing-masing 29 ton. Untuk Semarang ada empat distributor, sehingga stok kebutuhan akhir bulan ini sementara masih mencukupi, sembari menunggu kedatangan impor Januari yang kemungkinan minggu ini bongkar di Surabaya," bebernya.

Kebutuhan bawang putih nasional sebanyak 47.000 ton per bulan, termasuk Jawa Tengah. Dari total kebutuhan itu, sebesar 90 persen bawang putih diimpor dari China dan 5 persennya dari negara lain. Kendati beberapa daerah di Indonesia dapat memproduksi bawang putih, namun sampai sekarang produksi bawang putih lokal belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut Arif, bawang putih di Indonesia relatif sulit dikembangkan, termasuk di Jawa Tengah. Hal itu karena jenis tanaman ini hanya bisa tumbuh dengan baik di daerah pegunungan. Untuk Jawa Tengah, lahan pertanian bawang putih yang terdapat di daerah Temanggung dan Brebes seluas sekitar 500 hektare hanya untuk pembibitan atau bukan konsumsi. Sehingga belum mampu menyokong kebutuhan di tingkat daerah.

"Di Jawa Tengah ada tanaman bawang putih di bawah binaan Bank Indonesia seluas sekitar 500 hektare di daerah Brebes dan Temanggung, tetapi itu hanya untuk bibit. Jateng memang ditunjuk sebagai daerah pembibitan bawang putih," katanya. (K28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top