Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mensos: Cegah Stunting Dimulai dari Pangan Berkualitas

Kementerian Sosial terus melakukan perbaikan program bantuan sosial melalui pemberian bantuan pangan berkualitas kepada keluarga miskin untuk mencegah anak kekurangan gizi (stunting).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  16:18 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi
Menteri Sosial Juliari P Batubara saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - Kementerian Sosial terus melakukan perbaikan program bantuan sosial melalui pemberian bantuan pangan berkualitas kepada keluarga miskin untuk mencegah anak kekurangan gizi (stunting).

"Meningkatkan kualitas pangan keluarga miskin di mana pada program sembako ini komoditas bahan pangan diperluas seperti beras, jagung, gandum, daging-dagingan, telur, sayur-sayuran, dan buah-buahan," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara saat menyalurkan bantuan Program Sembako di E-Warong KUBE Mandiri Jaya di Keluarahan Bojongsalaman Kecamatan Semarang Barat, Jumat (14/2/2020).

Menurutnya, bahan pangan tambahan seperti sayuran, buah-buahan, ikan segar, daging atau kacang-kacangan dapat diolah menjadi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Selain itu bahan pangan tambahan juga dapat meningkatkan gizi bagi para ibu hamil. "Hal ini juga mendukung Program Nasional Percepatan Pencegahan Stunting," tambahnya.

Salah satu KPM Program Sembako, Nur Krisnawati (30), warga Desa Puspanjolo Tengah 2 RT 04/04 Kelurahan Cabean Kecamatan Semarang Barat, mengungkapkan akan mengutamakan membeli sayur-sayuran dan ikan untuk kebutuhan pangan dia dan anaknya.

Dia merupakan ibu rumah tangga yang sedang menyusui anak balita berusia satu tahun.

"Saya senang akhirnya mulai sekarang di E-Warong sudah tersedia bahan makanan yang tidak biasa saya makan. Saya jarang makan ikan, nggak kebeli. Tapi sekarang saya akan beli lele dan mujaer jika ada, untuk saya dan anak-anak saya. Kan sekarang anak disuruh makan ikan biar sehat," tuturnya.

Terkait program, mulai tahun 2020 Kementerian Sosial mentransformasi bantuan pangan nontunai (BPNT) menjadi Program Sembako dengan target sasaran Program Sembako sejumlah 15,6 juta KPM.

Adapun anggaran Program Sembako di tahun 2020 adalah Rp28 triliun atau meningkat dari semula Rp20,4 triliun disebabkan kenaikan indeks bantuan yang semula Rp110.000/KPM/bulan menjadi Rp150.000/KPM/bulan. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top