Soal Penurunan Impor, Subtitusi Impor Jateng Mulai Jalan?

penurunan impor bahan baku penolong mengindikasikan bahwa praktik substitusi impor mulai dilakukan oleh para pelaku industri di Jawa Tengah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 16 Februari 2020  |  23:31 WIB
Soal Penurunan Impor, Subtitusi Impor Jateng Mulai Jalan?
Karyawan mengambil gulungan benang - JIBI/Rahmatullah

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menganggap penurunan impor bahan baku penolong sebagai sebuah kabar gembira.

Pasalnya, penurunan impor bahan baku penolong mengindikasikan bahwa praktik substitusi impor mulai dilakukan oleh para pelaku industri di Jawa Tengah.

"Hipotesis saya, sudah ada subtitusi impor. Sebagai contoh yang telah dilakukan Sritex, dulu benangnya impor sekarang tidak," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah M. Arif Sambodo kepada Bisnis yang dikutip Minggu (16/2/2020).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng yang dirilis belum lama ini menunjukkan, tahun lalu hampir semua jenis impor mengalami penurunan. Hanya, saja penurunan impor ini bisa menganggu rantai pasok industri dalam negeri.

Apalagi, impor bahan baku penolong selama 2019 mengalami penurunan US$2,5 miliar atau minus 21,07 persen dibandingkan 2018.

"Jadi memang perlu melihat ini dari dua hal. Apakah karena permintaan itu kurang atau produk kita sudah mencukupi," jelasnya.

Adapun pertumbuhan industri di Jawa Tengah pada tahun 2019 mencapai 5,19%. Angka ini naik dibandingkan tahun 2018 yang tumbuh di kisaran 4,35 persen.

Selain dari sisi pertumbuhannya, sektor ini mampu menjadi motor pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,78 persen atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2018 yang hanya 1,50 persen. Sumber pertumbuhan tertinggi selanjutnya diikuti perdagangan 0,87 persen & konstruksi 0,52 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jateng

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top