Kemendagri Dukung Pertamina Kembangkan Pertashop ke Seluruh Desa

PT Pertamina (Persero) menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk memperluas distribusi BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop hingga pelosok desa-desa di seluruh Indonesia.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  16:59 WIB
Kemendagri Dukung Pertamina Kembangkan Pertashop ke Seluruh Desa
Distribusi BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop - Bisnis/Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - PT Pertamina (Persero) menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk memperluas distribusi BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop hingga pelosok desa-desa di seluruh Indonesia.

Adapun, kerja sama ini diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dengan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid di hadapan ribuan aparat desa se-Jawa Tengah pada acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran Dana Desa 2020 di Semarang, Selasa (18/2/2020).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, kerja sama ini merupakan kemitraan strategis antara Pertamina dan Kemendagri dalam rangka mewujudkan keadilan energi, dimana Pertamina akan memastikan 7.196 Kecamatan di seluruh Indonesia, minimal terdapat satu outlet pelayanan Pertamina.

Menurutnya, meski dibangun di Desa, pendirian Pertashop ini akan tetap memperhatikan aspek komersial demi keberlangsungan bisnisnya.

Sebagai instansi Pemerintah yang memiliki kewenangan hingga pedesaan, kemitraan dengan Kemendagri diharapkan dapat mempercepat perizinan dan dukungan sosialisasi kepada masyarakat dalam pembangunan Pertashop.

"Pertamina akan membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk dapat melayani masyarakat hingga ke pedesaan dengan memperluas penyediaan atau availability energi. Pembangunan Pertashop akan diprioritaskan bagi daerah yang belum terjangkau SPBU," kata Nicke.

Dia menambahkan, kehadiran Pertashop merupakan alternatif Pemerintah dan Pertamina untuk memperluas layanan penyaluran BBM dan LPG dengan bekerjasama berbagai pihak dan tetap mempertimbangkan aspek komersial lokasi yang diajukan.

Adapun saat ini terdapat 475 bangunan Pertashop yang sudah diproduksi dan siap didistribusikan. Mini Outlet tersebut menggunakan komponen dan diproduksi di dalam negeri.

"Kami mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah mendukung layanan BBM dan LPG melalui Pertashop ini,” ujarnya.

Sementara itu, VP Stakeholder Relations Pertamina, Bhramantya Satyamurti Poerwadi menambahkan, Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond).

Pembangunan Pertashop, lanjutnya mengembangkan dua skema kerjasama yakni Skema Investasi oleh Pertamina dan Skema investasi oleh Lembaga di Desa (Badan Usaha Milik Desa/Bumdes)

"Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemerintah Daerah. Pertamina juga menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra," jelasnya.

Dia melanjutkan, di Jawa Tengah saat ini sedikitnya telah ada tujuh Pertashop yang tersebar di Karanganyar, Temanggung, Pekalongan, Demak, dan Pati.

Diketahui, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain.

Kehadiran Pertashop juga dapat mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) dalam rangka memastikan pelayanan Pertamina hingga ke pedesaan. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top