Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesadaran Masyarakat Semarang Terapkan Physical Distancing Rendah

Ganjar Pranowo yang setiap hari berkeliling dengan sepeda melihat jelas kondisi itu.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 19 April 2020  |  12:34 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (mengenakan kaos hitam) saat berbincang dengan warga di Semarang. - Ist
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (mengenakan kaos hitam) saat berbincang dengan warga di Semarang. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG - Kesadaran masyarakat Semarang untuk menerapkan physical distancing dan memakai masker ternyata masih rendah. Di jalanan, warung makan, cafe hingga perkampungan, masyarakat masih banyak yang berkerumun dan duduk berdekatan tanpa memakai masker.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang setiap hari berkeliling dengan sepeda melihat jelas kondisi itu. Tak hanya sekedar mengingatkan, Ganjar mulai tegas mengingatkan kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran itu.

Seperti saat sepedaan Minggu (19/4/2020) pagi di Kota Semarang, Ganjar tak segan mengingatkan warga yang ngeyel tetap berkerumun dengan nada tinggi. Pasalnya, himbauan Ganjar melalui pengeras suara yang nyantol di sepeda tidak diindahkan.

Bahkan, Ganjar sempat memutar arah sepedanya dan kembali menghampiri warga yang nekat berkerumun. Ia meminta masyarakat sadar, bahwa virus Covid-19 tidak bisa diremehkan.

"Mas kok ijeh ngeyel (mas kok masih bandel), tadi saya bilang jaga jarak, sampeyan masih saja bergerombol. Ayo saiki geser (ayo sekarang geser)," kata Ganjar.

Beberapa anak muda yang sedang nongkrong di Jl MT Haryono Kota Semarang itu kemudian mau bergeser. Tak lelah, Ganjar mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Njenengan masih muda, tolong jadi contoh yang baik bagi masyarakat. Bantu pemerintah untuk sosialisasi ini. Ini serius lho, jangan anggap sepele," tegasnya.

Peristiwa serupa terjadi daerah Pedurungan Kota Semarang. Saat melintas di depan warung soto, Ganjar mengingatkan para pembeli yang sedang makan soto untuk tidak berkerumun.

Karena imbauan tidak diindahkan dan para pembeli terkesan cuek, Ganjar langsung memarkirkan kendaraannya. Ia turun dan menghampiri warganya yang sedang sarapan itu.

"Tolong jaga jarak, kalau bisa jangan makan di sini, pesan terus dibawa pulang. Ingat, ini serius. Kota Semarang sudah zona merah, sekarang yang positif Covid-19 tertinggi ada di Kota Semarang. Ayo jangan ngeyel," pintanya.

Ganjar meminta semua masyarakat menjaga diri. Sebagai garda terdepan untuk memutus mata rantai wabah Covid-19, masyarakat harus peka dan sadar diri.

"Saya tidak mau warga saya banyak yang terkena virus ini. Aku pengen wargaku sehat kabeh (saya ingin warga saya semuanya sehat). Tolong saya didengarkan, Semarang ini sudah bahaya," tegasnya.

Salah satu warga yang sedang berkerumun, Danis,45, mengatakan sebenarnya paham dengan imbauan pemerintah untuk melakukan physical distancing. Namun kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu.

"Sebenarnya tahu tentang jaga jarak, tapi mau bagaimana lagi. Ini tadi mampir sarapan, kebetulan pas ramai dan tempatnya sempit, jadi berdesakan," kata dia.

Diakuinya, kesadaran warga Semarang terkait physical distancing dan memakai masker masih kurang. Masih banyak di jalanan orang keluar rumah tanpa masker.

"Memang harus ditindak tegas supaya semua sadar akan pentingnya hal ini," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah semarang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top