Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Orang PDP Virus Corona Meninggal di Boyolali

Angka kematian pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Indonesia terus bertambah.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 April 2020  |  03:59 WIB
Warga memasang spanduk pada portal karantina wilayah di Bendosari, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2020). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengimbau untuk mengaktifkan pos penjagaan gerbang desa sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 dengan cara mengawasi dan mendata mobilitas warga terlebih saat ini masyarakat yang mulai mudik ke kampung halaman. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho
Warga memasang spanduk pada portal karantina wilayah di Bendosari, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2020). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengimbau untuk mengaktifkan pos penjagaan gerbang desa sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 dengan cara mengawasi dan mendata mobilitas warga terlebih saat ini masyarakat yang mulai mudik ke kampung halaman. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, BOYOLALI - Sebanyak 7 orang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona meninggal dunia di Kabupaten Boyolali.

Adapun ketujuh PDP Boyolali tersebut tersebar di Kecamatan Ngemplak, Nogosari, Wonosegoro, Cepogo, dan Juwangi. Berikut data lokasi PDP Boyolali yang meninggal dunia hingga Senin (20/4/2020):

  1. Laki-laki, Donohudan, Ngemplak
  2. Perempuan, Gagaksipat, Ngemplak
  3. Laki-laki, Tegalgiri, Nogosari
  4. Laki-laki, Wonosegoro, Wonosegoro
  5. Perempuan, Bengle, Wonosegoro
  6. Perempuan, Cepogo, Cepogo
  7. Laki-laki, Kayen, Juwangi

Selain itu, data corona.jatengprov.go.id menyebutkan bahwa terdapat 3 pasien positif virus Corona (Covid-19) di Boyolali. Data itu memang tidak muncul di laman resmi Covid-19 Boyolali, covid19.boyolali.go.id. Namun justru Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di laman corona.jatengprov.go.id membeberkan data itu dan persebarannya.

Berdasarkan peta di laman tersebut, Solopos.com menemukan tiga orang menjadi pasien positif Covid-19 di Boyolali. Mereka adalah dua warga Simo dan 1 warga Ngemplak. Berikut data ketiga pasien positif itu:

  1. Laki-laki, warga Pelem, Simo;
  2. Laki-laki, warga Gunung, Simo;
  3. Laki-laki, warga Dibal, Ngemplak.

Berdasarkan keterangan di laman tersebut, 2 dari 3 orang pasien positif Covid-19 Boyolali itu dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali. Sedangkan 1 orang lainnya belum diketahui dirawat di RS mana.

Selain 3 pasien positif Covid-19 yang dirawat, data tersebut juga mengungkapkan ada 7 PDP Boyolali yang meninggal dunia. 

Sementara itu, Dinas Kesehatan Boyolali belum memberikan update data. Data di laman covid19.boyolali.go.id menyebutkan 2.811 orang dalam proses monitoring dan 82 orang dalam pemantauan. Selain itu ada 28 PDP dan 1 pasien positif Covid-19 di Boyolali, namun tidak ada satupun yang disebut meninggal dunia.

Sayangnya, tak ada keterangan tentang persebaran mereka, baik data kecamatan, desa, maupun gender. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, justru membantah sudah ada lebih dari 1 pasien positif Covid-19 di Boyolali.

Saat dimintai konfirmasi Solopos.com, dia mengakui data di laman Covid-19 Jateng menyebutkan ada dua pasien, tapi dirinya hanya mencatat 1 orang. Lagi-lagi, dia tak memberikan data yang lebih detail.

"Data di corona.jatengprov.go.id, benar seperti itu. Namun dari dinas kesehatan Boyolali masih mencatat satu pasien saja," kata dia, Senin (20/4/2020) malam.

Sebelumnya, satu orang di Boyolali dipastikan menjadi pasien positif Covid-19. Fakta tersebut diutarakan oleh Sekretaris Daerah Boyolali, Masruri, dalam jumpa pers di Kantor Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Minggu (19/4/2020) pagi WIB. Saat itu belum ada data tambahan pasien positif Covid-19 dan PDP termasuk yang meninggal dunia di Boyolali.

"Satu pasien positif Covid-19, inisial BK dari Kecamatan Simo. Pasien ada riwayat perjalanan dari Surabaya dan pulang ke Boyolali dalam kondisi sakit. Jadi ini bukan transmisi lokal, pulangnya kemungkinan sudah terjangkit," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Boyolali tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boyolali Virus Corona

Sumber : Solopos

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top