Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD dr Moewardi Solo Perluas Ruang Perawatan

Perluasan ruang perawatan Covid-19 ini sebelumnya juga dilakukan di Ruang Anggrek 1. Awalnya hanya ada dua tempat tidur, namun pada Maret lalu sudah diperluas hingga menjadi 51 tempat tidur.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 29 April 2020  |  08:36 WIB
Ilustrasi - Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara
Ilustrasi - Petugas medis mengenakan alat pelindung diri mendorong ranjang beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (13/3/2020). - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - RSUD dr Moewardi Surakarta memperluas ruang perawatan pasien Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang diperkirakan terjadi pada Mei nanti.

Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Surakarta, Eko Haryati, menjelaskan RSUD dr Moewardi melakukan perluasan ruang perawatan Covid-19, yakni dengan mengoperasikan Ruang Melati I.

“Ruang Melati I Covid-19, yang mulai beroperasi hari ini memiliki kapasitas total 57 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas ruang operasi, ICU, ruang bersalin, ruang perawatan bayi, anak dan dewasa, ruang hemodialisa atau cuci darah serta kamar jenazah. Semuanya khusus untuk pasien Covid-19,” kata Eko sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Rabu (29/4/2020).

Eko menjelaskan Ruang Melati I Covid-19 ini terletak di antara Posko Screening Covid dan Ruang Anggrek 1, sehingga wilayah ini termasuk zona merah dalam rumah sakit. Seperti standar WHO, ruangan ini didesain khusus, yakni memiliki pintu serta jalur khusus untuk pasien dan petugas yang terpisah dari pasien umum.

Semua ruangan di Melati I Covid-19 juga memiliki tekanan udara negatif menggunakan hepafilter, untuk mencegah penyakit menyebar melalui udara atau keluar dari ruang isolasi dan menginfeksi orang lain. Dengan demikian, lanjutnya, tidak akan ada udara yang keluar dari ruang isolasi yang mengontaminasi udara di luar.

“Sejak ditetapkannya Kota Surakarta sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) pada tanggal 14 Maret 2020, jumlah pasien dalam penggawasan (PDP) maupun positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Dr Moewardi terus bertambah,” imbuh Eko.

Dia menerangkan, perluasan ruang perawatan Covid-19 ini sebelumnya juga dilakukan di Ruang Anggrek 1. Awalnya hanya ada dua tempat tidur, namun pada Maret lalu sudah diperluas hingga menjadi 51 tempat tidur.

“Dengan perluasan tersebut, berarti RSUD dr Moewardi saat ini dapat menampung 108 pasien Covid-19, termasuk bayi dan anak-anak,” beber Eko.

Dia menerangkan, perluasan ruang perawatan berdampak pada sumber daya manusia serta kelengkapan alat pelindung diri (APD) untuk petugas. Kelengkapan APD terutama masker bedah dan masker N95, saat ini diakuinya masih menjadi perhatian khusus manajemen.

Meski saat ini pihaknya melihat masyarakat sudah aktif dalam berdonasi, namun kebutuhan APD terhitung tinggi, sehingga RSUD Dr Moewardi juga mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat, dalam pemenuhan kebutuhan masker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top