Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

283 Tempat Pariwisata di Jateng Mulai Buka

Pembukaan tempat pariwisata masih di bawah angka 50 persen dari jumlah keseluruhan.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  14:27 WIB
Penonton menyaksikan dari atap mobil terbuka pada konser musik bertajuk Mahkota Charity Concert Drive-In di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020). Konser musik berkonsep 'Drive-In' yang diinisasi Polrestabes Semarang bersama Pemkot Semarang dengan mewajibkan penonton menyaksikan konser musik dari dalam mobil sebagai protokol kesehatan itu dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif khususnya industri hiburan di tengah pandemi Covid-19. - Antara/Aji Styawan
Penonton menyaksikan dari atap mobil terbuka pada konser musik bertajuk Mahkota Charity Concert Drive-In di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020). Konser musik berkonsep 'Drive-In' yang diinisasi Polrestabes Semarang bersama Pemkot Semarang dengan mewajibkan penonton menyaksikan konser musik dari dalam mobil sebagai protokol kesehatan itu dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif khususnya industri hiburan di tengah pandemi Covid-19. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Kepemudaan Olahraga Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng menyebut sebanyak 283 tempat pariwisata sudah buka operasional secara bertahap dan terbatas.

Kepala Disporapar Jateng, Sinung N Rachmadi mengatakan pembukaan tempat pariwisata masih dibawah angka 50 persen dari jumlah keseluruhan.

"Untuk saat ini, dari 690 tempat wisata di Jateng yang sudah buka operasional secara bertahap dan terbatas ada 41 persen atau 283 daya tarik wisata, sedangkan yang baru melakukan simulasi dan proses perizinan operasional ada 72 atau sekitar 11 persen," ucap Sinung, Jumat (14/8/2020).

Pihaknya sangat mengantisipasi dan mewaspadai libur panjang dan akhir pekan supaya tidak terjadi kerumunan masa di tempat pariwisata.

"Kami selalu koordinasi dengan daya tarik wisata dan dinas pariwisata kab/kota untuk waspada, karena perilaku masyarakat itu begitu ada libur panjang seperti hari kemerdekaan dan satu Muharam itu kemungkinan orang akan mengunjungi beberapa objek wisata," imbuhnya

Selain itu, Sinung mengatakan ada kecenderungan pengunjung wisata di Jateng meningkat. Namun, pihaknya menekankan supaya pengelola wisata menerapkan pembatasan.

"Ada kecenderungan pengunjung wisata meningkat, tapi yang kita tekanan adalah pembatasan ya, karena kita ngga mau seperti di Telomoyo dulu itu sampai berdesakan, itu menjadi pelajaran bagi kita semua supaya tidak terjadi lagi," tambahnya.

Lanjutnya, untuk mendukung pemulihan ekonomi, pihaknya menekankan tetap memperhatikan peta kondisi pandemi di masing-masing tempat wisata.

"Kepekaan kita dalam membaca keadaan itu menjadi kunci, seperti amanat presiden semua harus beriringan. Silahkan, pengelola wisata mempromosikan, melakukan branding, tetapi harus ada batasan batasan yang ketat," tegasnya.

Secara internal, kata Sinung, masing-masing tempat wisata sudah siap terapkan SOP kesehatan, namun pihaknya meminta diverivikasi oleh tim gugus tugas Kabupaten/kota supaya kesiapan itu tidak bisa di klaim sendiri. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top