Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diterjang Gelombang Tinggi, Begini Kondisi Nelayan Pesisir Selatan Gunungkidul

Nelayan di pesisir Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terpaksa menghentikan aktivitas penangkapan ikan karena dilanda gelombang tinggi.
David Kurniawan
David Kurniawan - Bisnis.com 09 September 2020  |  17:12 WIB
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020).  - Ist/ Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). - Ist/ Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY

Bisnis.com, GUNUNGKIDUL -  Nelayan di pesisir Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terpaksa menghentikan aktivitas penangkapan ikan karena dilanda gelombang tinggi.

Gelombang setinggi empat hingga meter kembali menerjang kawasan pesisir Gunungkidul. Akibatnya seluruh aktivitas nelayan dihentikan dan para pengunjung diminta berhati-hati agar tidak menjadi korban kecelakaan laut.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayan II DIY, Surisdiyanto mengatakan, adanya kenaikan gelombang di kawasan pantai berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Hari ini kenaikannya. Untuk ketinggian mencapai 4-6 meter,” kata Suris kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Gelombang tinggi itu tidak menimbulkan kerusakan. Hanya saja, untuk sementara waktu aktivitas nelayan dihentikan karena tidak ada yang berani melaut. “Nelayan tidak ada yang beraktivitas sementara waktu hingga kondisi benar-benar aman  untuk melaut,” katanya.

Ditambahkan Suris, hasil pemantauan dari relawan, meski bukan hari libur namun tetap ada wisatawan yang bermain di kawasan pantai. Menurut dia, petugas pun sempat memberikan peringatan berulang kepada pengunjung untuk menepi agar terhindar dari terjangan ombak.

“Kami tidak ingin ada wisatawan yang terseret ombak. Jadi, kami tak henti-hentinya memberikan peringatan, sebab berdasarkan pemantauan memang ada yang nekat bermain di air, meski ada kenaikan gelombang,” ungkapnya.

Ia berharap, kasus kecelakaan laut yang menimpa satu keluarga yang terseret di wilayah Pantai Bantul harus bisa menjadi pelajaran. Oleh karenanya, untuk keselamatan bukan semata-mata menjadi tugas dari petugas SAR, namun partisipasi dari pengunjung juga sangat dibutuhkan.

“Kecelakaan laut yang terjadi selama ini banyak disebabkan karena faktor kelalaian manusia yang tidak mengindahkan imbauan petugas agar tidak bermain di area berbahaya,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, tidak hanya pengunjung yang harus berwaspada, karena para nelayan juga diwajibkan terus berhati-hati. “Semua yang beraktivitas di kasawan pesisir harus berhati-hati karena laka laut bisa terjadi kepada siapa saja,” katanya.

Marjono mencontohkan, untuk para nelayan diminta memakai jaket pelampung pada saat beraktivitas di laut. Hal ini sebagai antisipasi pada saat terjadi hal-hal yang diinginkan. “Jaket pelampung bisa menjadi penyelamat saat terjadi kecelakaan laut. Jadi, wajib dipakai saat mencari ikan,” ungkapnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunungkidul gelombang tinggi
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top