Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Kawasan Industri Batang Terus Dikebut, Ini Penjelasannya

Pemberian PMN tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan kawasan industri terpadu Batang (KITB) yang menjadi salah satu kantong tujuan investasi milik pemerintah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 November 2020  |  08:51 WIB
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan memberikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp977 miliar kepada PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Persero.

Pemberian PMN tersebut akan digunakan untuk mempercepat pembangunan kawasan industri terpadu Batang (KITB) yang menjadi salah satu kantong tujuan investasi milik pemerintah.

Dalam bahan paparan yang disampaikan kepada Komisi XI DPR yang dikutip Senin (23/11/2020), pihak PT KIW mengatakan bahwa anggaran tersebut akan digunakan persiapan awal pembangunan KITB.

Tahap awal pembangunan itu mencakup pekerjaan persiapan yang dialokasikan senilai Rp35,05 miliar, pekerjaan penyiapan lahan senilai Rp533,27 miliar, dan inrastruktur kawasan industri senilai Rp408,6 miliar.

Adapun, pihak PT KIW dalam paparannya tersebut juga mengungkapkan sejumlah alasan soal percepatan pembangunan di KITB.

Pertama, terdapat 33 (tiga puluh tiga) perusahaan China yang keluar dari China ke beberapa negara Asia Tenggara, dan tidak ada satupun yang pindah untuk berinvestasi di Indonesia, sehingga menimbulkan kekecewaan Presiden RI terkait rendahnya Daya Saing Indonesia.

Kedua, kawasan Industri Batang harus siap menyambut sejumlah pabrik baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Ketiga, munculnya kompetitor beberapa negara Asia yang sedang menyiapkan kawasan industri baru (termasuk India yang menyiapkan lahan 460,000 Ha) untuk menarik investor yang akan keluar dari China sebagai effect pandemi Covid-16.

Keempat, pemerintah hadir melalui pembangunan kawasan industri sehingga kawasan ini harus dibuat menarik dan ramah investasi. Kelima, kawasan industri merupakan pilot project di Indonesia yang menawarkan harga kompetitif, sehingga perlu kebijakan khusus dalam pembiayaan, perijinan dan pengembangan lahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kawasan industri Kawasan Industri Batang
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top